Pahami Ketika Mobil Listrik Alami Anomali, Pemula Bisa Lakukan Ini

Wait 5 sec.

Test drive mobil listrik Aion V Yogyakarta-Jakarta. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanMobil listrik secara arsitektur teknologi jauh lebih sederhana dibanding kendaraan mesin konvensional atau internal combustion engine (ICE). Namun itu tidak selamanya berbanding lurus dengan mitigasi ketika situasi darurat.Itu karena kendaraan listrik modern masih terbilang baru di masyarakat, sehingga pengetahuan penanganan pada kondisi darurat tentunya belum matang seperti ICE. Selain itu, BEV umumnya sangat mengandalkan sistem komputer berbasis software.Contoh kasus sederhana adalah mogok. Karena alasan keselamatan, tak sedikit produsen menyiapkan sistem keamanan khusus dan cukup banyak hal yang tidak bisa dilakukan pada mobil listrik, selayaknya yang biasa dilakukan pada kendaraan ICE.Misalnya hal sepele untuk melakukan prosedur derek. Dalam laman resmi Kia Global, mekanismenya tidak bisa dilakukan sembarangan. Lantaran harus mengetahui posisi motor listrik penggeraknya, yang kemudian baru bisa menentukan bagian roda yang menyentuh jalan.Fitur Electronic Parking Brake (EPB) Trailer Mode. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan"Cara paling tepat untuk mengangkut kendaraan listrik Anda adalah dengan menempatkan (roda) seluruhnya di truk dengan dek rata. Jika tidak tersedia, Anda dapat menggunakan alat pengangkat roda depan atau belakang," urai Kia.Masih ada syarat lainnya, jika ingin memindahkan kendaraan saat posisi diam karena mogok, maka Anda hanya dapat menggerakannya dalam jarak pendek hingga 10 meter dengan kecepatan 5 km/jam pada posisi tuas netral (N) dan rem parkir dilepas.Setidaknya itu berlaku untuk semua kendaraan listrik lansiran Kia dan mungkin juga berlaku pada BEV merek lainnya. Bagaimana ketika mobil listrik mogok diakibatkan sistem error? Umumnya mobil elektrik akan terkunci di tempat dalam keadaan parking mode.Pendiri EV Safe sekaligus dosen di National Battery Research Institute, Mahaendra Gofar mengatakan karakter sistem pada mobil listrik akan otomatis dikunci agar kendaraan tidak dapat bergerak bebas, mencegah tabrakan atau manuver liar.Tombol fisik di dashboard mobil listrik Hyundai Kona EV. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan"Memang hampir semua BEV seperti ini karena electronic shifter. Jadi tidak ada shift lock untuk melepasnya secara manual, kalau tidak ada daya (listrik dari aki) itu tidak bisa pindah ke N," kata Gofar kepada kumparan, Kamis (30/4).Ia menambahkan, penyebab umum BEV dapat mengalami mogok biasanya ada dua yakni masalah pada baterai 12V atau ramai orang menyebutnya aki dan kesalahan pada sistem perangkat lunak alias software bug."Penyebab mogok di tengah jalan itu sudah ada banyak studinya. Biasanya dari lembaga penanganan breakdown seperti ADAC di Jerman. Hampir setengah kasus mogok disebabkan oleh aki 12V yg soak atau rusak," papar Gofar.Mobil listrik memang minim perawatan, tapi bukan berarti luput dari pemeriksaan berkala. Mengamati kesehatan baterai kecil atau aki secara rutin dapat memperkecil risiko komponen tersebut bermasalah sewaktu-waktu ketika kendaraan sedang digunakan.Kemudian prosedur lain yang membuat BEV sedikit berbeda dibanding kendaraan ICE adalah menjadikannya di posisi netral atau tidak terkunci. Mobil listrik modern umumnya tak lagi dilengkapi rem parkir mekanis, semuanya sudah serba elektronik."Berusaha masuk ke N supaya bisa didorong, pengemudi harus tetap di dalam mobil untuk aktifkan mode derek (towing mode) yang biasanya digunakan untuk parkir paralel," jelas Gofar sembari menekankan pemilik untuk mempelajari fitur pada mobil listriknya.