Populer: Prabowo Tegaskan Program MBG Lanjut; KAI soal Perlintasan Tak Dijaga

Wait 5 sec.

Presiden Prabowo Subianto tinjau program MBG di SDN Kedung Jaya 1 Bogor, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, Senin (10/2/2025). Foto: Cahyo/Biro Pers Sekretariat PresidenPresiden Prabowo Subianto menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan terus lanjut menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Rabu (29/4). KAI ungkap data perlintasan sebidang jalur kereta api di Jawa dan Sumatera juga jadi berita populer.Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:Prabowo soal MBG: Kita Akan Teruskan Sampai SelesaiPrabowo menegaskan keberlanjutan program MBG yang dianggap vital untuk kesejahteraan masyarakat dan stabilitas ekonomi. Program ini ditargetkan untuk terus berjalan hingga tuntas, meskipun ada keraguan dari beberapa pihak. Penekanan diberikan pada manfaat yang telah dirasakan, menjadikannya salah satu program prioritas pemerintah yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.Situasi persiapan pelaksanaan kembali Program Makan Bergizi Gratis di SPPG Jakarta Pusat, Kemayoran (31/3/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparanDari sisi dampak ekonomi, program MBG memiliki jangkauan luas. Salah satunya adalah penyerapan hasil pertanian, di mana petani kini memiliki jaminan pasar (off-take) untuk produk mereka, mengatasi masalah harga jatuh atau panen yang tidak terserap. Selain itu, MBG menciptakan lapangan kerja signifikan; satu dapur MBG diperkirakan membuka 50 lapangan kerja, yang berpotensi mencapai 1,5 juta pekerja jika target 30.000 dapur terpenuhi. Angka-angka ini menunjukkan potensi besar MBG dalam menggerakkan ekonomi lokal dan mengurangi pengangguran.Keberhasilan MBG bahkan menarik perhatian negara lain. Prabowo menyebut MBG sedang dipelajari secara internasional, menyoroti inovasi Indonesia dalam menyediakan nutrisi bagi lebih dari 60 juta orang, termasuk ibu hamil dan lansia, lima kali seminggu. Ini menempatkan Indonesia sebagai pemimpin dalam inisiatif kesejahteraan sosial berskala besar, dengan potensi dampak ekonomi dan sosial yang masif serta efisiensi anggaran yang telah terbukti.KAI: 3.888 Perlintasan Sebidang Jalur Kereta di Jawa-Sumatera, 1.776 Tak DijagaSeorang relawan penjaga perlintasan Kereta Rel Listrik (KRL) mengatur lalu lintas kendaraan di perlintasan sebidang di dekat Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (29/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparanPT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI merilis data terkini terkait perlintasan sebidang jalur kereta api di Jawa dan Sumatera. Dalam data yang dirilis, ada 3.888 titik perlintasan dan 1.776 perlintasan di antaranya masih belum memiliki penjagaan.Situasi ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap aspek keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan, mengingat potensi insiden yang tinggi pada perlintasan tanpa pengawasan, yang dapat berimbas pada kerugian ekonomi dan korban jiwa.Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyatakan komitmen perusahaan bersama Kementerian Perhubungan untuk melakukan penertiban ketat. Langkah-langkah penutupan perlintasan yang tidak memenuhi standar keselamatan akan terus digalakkan, bahkan melalui jalur hukum jika diperlukan. Penutupan ini penting untuk mengurangi risiko kecelakaan dan memastikan kelancaran operasional kereta api, yang memiliki implikasi langsung terhadap efisiensi transportasi dan ekonomi logistik.KAI juga mengimbau masyarakat agar tidak membuat perlintasan liar dan mematuhi aturan di perlintasan resmi. Pembukaan kembali akses yang telah ditutup karena alasan keselamatan juga dilarang. Adanya 564 perlintasan tidak sebidang (flyover dan underpass) menunjukkan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan infrastruktur, namun jumlah perlintasan sebidang yang tak dijaga masih menjadi tantangan signifikan yang memerlukan koordinasi antara berbagai pihak untuk mitigasi risiko dan investasi infrastruktur yang lebih besar.