PLN Kebut Proyek Strategis di Paser, Jalur Cadangan Listrik Kaltim–Kalsel Segera Beroperasi

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, TANA PASER – PT PLN melalui Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) terus mempercepat pembangunan Gardu Induk (GI) 150 kV Grogot di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.Proyek strategis ini menjadi bagian penting dalam penguatan sistem interkoneksi kelistrikan antara Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan guna meningkatkan keandalan pasokan listrik di wilayah Kalimantan.Saat ini, pengerjaan yang dilakukan melalui Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 1 (UPP KLT 1) telah memasuki tahap krusial, yakni erection dan instalasi berbagai peralatan utama gardu induk.Ratusan komponen penting mulai dipasang, di antaranya disconnecting switch, circuit breaker, current transformer, capacitive voltage transformer, hingga lightning arrester. Seluruh pemasangan dilakukan dengan tingkat presisi tinggi untuk memastikan kualitas dan keandalan sistem kelistrikan.General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, mengatakan proyek ini menjadi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan listrik yang terus meningkat di Kalimantan.Menurutnya, selama ini sistem transmisi antara Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masih bergantung pada satu jalur utama sehingga diperlukan jalur alternatif sebagai cadangan.“Dengan hadirnya koneksi baru dari GI Grogot menuju GI Sei Durian, sistem kelistrikan akan memiliki fleksibilitas yang lebih baik. Jika terjadi gangguan pada jalur utama, jalur ini dapat menjadi cadangan untuk menjaga kontinuitas pasokan listrik,” ujarnya.Selain itu, pemasangan konduktor busbar yang tengah berlangsung juga menjadi bagian vital dalam sistem distribusi energi listrik.Komponen tersebut berfungsi sebagai penghubung utama aliran listrik antarperalatan di gardu induk, sehingga proses pemasangannya harus dilakukan secara cermat dan terukur.Manager UPP KLT 1, I Made Gita Prawira, menegaskan seluruh tahapan konstruksi dilakukan dengan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang ketat.“Setiap tahapan pekerjaan memiliki prosedur yang harus dipatuhi. Mulai dari pemasangan struktur hingga pengujian awal, semua dilakukan secara sistematis untuk memastikan hasil yang andal sebelum proses energize dilakukan,” jelasnya.Proyek yang dikerjakan konsorsium KSO Usaha Bakti Perkasa dan PT Mahameru Energi Semesta itu menunjukkan progres positif sejak dimulai pada pertengahan April 2026.Kehadiran Extension 2 Line Bay GI Grogot diharapkan mampu meningkatkan stabilitas sistem kelistrikan antarwilayah sekaligus mendukung pertumbuhan kawasan industri dan permukiman yang terus berkembang di Kalimantan.Melalui penguatan infrastruktur tersebut, PLN menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pasokan listrik yang andal, berkelanjutan, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi di Kalimantan. (*)