Populer: Program MBG Diteruskan; QRIS Bisa Dipakai di China

Wait 5 sec.

Tim Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gandus tengah menyiapkan menu MBG. Foto: Dok. Bakom RIProgram Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dipastikan akan terus berjalan dan QRIS kini bisa dipakai di China menjadi berita populer kumparanBISNIS sepanjang Kamis (30/4). Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:Prabowo Pastikan MBG Jalan Terus, Singgung Kopdes Merah PutihPresiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk melanjutkan program MBG hingga tuntas, seraya mengatasi berbagai keraguan publik. Program ini disebut mulai menunjukkan manfaat ekonomi, terutama bagi sektor pertanian yang kini merasakan kepastian penyerapan hasil panen. Perbaikan terus dilakukan di tengah jalannya program untuk memaksimalkan efektivitasnya.Salah satu dampak nyata MBG terlihat pada stabilisasi harga dan penyerapan hasil petani. Para petani yang sebelumnya kesulitan menjual hasil panen dan menghadapi banting harga dari tengkulak, kini memiliki jaminan pasar (off-take). Hal ini dipercaya dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan secara signifikan.Selain MBG, pemerintah juga memprioritaskan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Prabowo menargetkan peresmian 1.000 koperasi dalam 2-3 minggu ke depan, diikuti dengan lebih dari 25.000 koperasi dalam 2-3 bulan. Target ambisius ini diharapkan menciptakan infrastruktur ekonomi nyata di pedesaan, mendukung ekosistem pertanian dan nelayan, serta memberikan dampak makroekonomi yang substansial.Tak Perlu Repot Lagi, Belanja di China Kini Bisa Pakai QRISGubernur BI, Ketua Dewan Komisioner OJK, Menko PMK, Dubes China untuk Indonesia, dan Deputi Gubernur BI secara simbolis meluncurkan implementasi QRIS antarnegara ke China, di Jakarta, Kamis (30/4/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTOBank Indonesia (BI) meluncurkan skema QRIS lintas negara (QRIS border) yang memungkinkan masyarakat Indonesia bertransaksi di China hanya dengan memindai kode QR. Inovasi ini menjadi langkah krusial dalam memperkuat sistem pembayaran digital, sekaligus mempermudah aktivitas wisata dan bisnis antarnegara, menciptakan efisiensi transaksi yang signifikan.Gubernur BI Perry Warjiyo menekankan QRIS border menghilangkan ketergantungan pada uang tunai dan penukaran mata uang, memungkinkan pembayaran instan. Langkah ini didukung oleh volume transaksi mata uang lokal antara Indonesia dan China yang mencapai sekitar USD 18 miliar, menunjukkan potensi ekonomi bilateral yang besar untuk digarap melalui digitalisasi.Peluncuran QRIS border juga mendapat sambutan positif dari Pemerintah China, yang melihatnya sebagai bagian dari transformasi sektor keuangan global menuju digitalisasi dan inovasi. Komitmen untuk memperluas partisipasi lembaga keuangan dalam ekosistem ini menunjukkan tren penguatan integrasi ekonomi digital antara kedua negara, yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemudahan bertransaksi di masa mendatang.