Auto Brake Hold: 'Asisten' yang Bisa Jadi Bumerang Kalau Sopir Tak Siaga

Wait 5 sec.

Ilustrasi Auto Brake Hold. Foto: Vladeep/ShutterstockFitur Auto Brake Hold kini semakin banyak disematkan pada mobil-mobil modern. Fungsi utamanya untuk menahan mobil tetap diam tanpa pengemudi perlu terus menginjak pedal rem, terutama saat berhenti di tanjakan atau kondisi jalan stop and go.Namun, menurut pengamat otomotif dan akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, fitur ini tetap perlu digunakan dengan bijak. Ia menilai Auto Brake Hold masih butuh adaptasi dari pengemudi karena tidak semua kondisi lalu lintas cocok untuk mengandalkannya sepenuhnya.“Karena fitur ini baru, jika kita masih belum terbiasa dengan karakteristik fitur Auto Hold yang begitu steril dalam menyikapi chaos-nya lalu lintas kota yang sangat padat pada waktu-waktu peak tertentu,” kata Yannes.Ia menyarankan agar pengemudi memahami kapan fitur tersebut sebaiknya diaktifkan atau dimatikan. Menurutnya, keputusan itu bisa disesuaikan dengan situasi jalan agar tetap aman dan nyaman saat berkendara.Ilustrasi pedal mobil matik Foto: Shutterstock“Sehingga disarankan belajar memutuskan kapan fitur ini mau dihidupkan dan kapan dimatikan sesuai dengan dinamika lalu lintas yang dihadapi ya,” katanya.Lebih lanjut, Yannes mengibaratkan Auto Brake Hold seperti asisten pribadi yang dapat diandalkan untuk membantu menjaga mobil tetap aman di posisi berhenti. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa pengemudi tetap harus menjadi pengendali utama.“Jadi analoginya, Auto Hold seperti asisten yang sangat dipercaya yang memegang kendali mobil kita. Nah, walaupun dia kuat dan tepercaya, sebagai pemilik kendaraan, kita ingin tetap memegang kendali sendiri,” ucapnya.Ilustrasi Auto Brake Hold. Foto: Phuminun/ShutterstockIa menegaskan, dalam situasi jalan yang padat dan tidak terduga, pengemudi tak boleh sepenuhnya bergantung pada sistem otomatis. Kesiapsiagaan manusia tetap jadi faktor utama dalam menjaga keselamatan di jalan.“Sebab berada di jalan ramai yang chaotic, kita tidak akan melepaskan (pedal rem) sepenuhnya kepada mesin, karena kita harus siap siaga (di pedal rem) jika sesuatu yang tak terduga terjadi ya,” tuntas Yannes.