Inovasi Daur Ulang Baterai Bus Listrik di Guangzhou, Lirik Investasi di RI

Wait 5 sec.

Sistem Energy Storage System (ESS), solusi daur ulang baterai bus listrik di kantor Guangzhou Public Transport Group Ltd, Guangzhou, China, Sabtu (25/4/2026). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparanTidak hanya memiliki pertumbuhan jumlah kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang sangat pesat, China juga memikirkan solusi terhadap pemakaian baterai listrik yang dapat menjadi limbah berbahaya jika tidak dikelola dengan baik.Salah satunya inovasi perusahaan transportasi asal Guangzhou, Guangzhou Public Transport Group Ltd. Berbagai teknologi diluncurkan untuk membuat periode pemakaian baterai EV bertahan lebih lama sekaligus dapat menyimpan listrik ramah lingkungan.Melalui sistem Energy Storage System (ESS), perusahaan menggunakan kembali (reuse) serta mendaur ulang (recycle) baterai bus listrik yang seharusnya pensiun sebagai penyimpanan energi untuk panel surya atau solar PV.Deputy General Manager of Guangzhou Public Transport Group New Energy Development Co., Ltd, Du Zhiwei, mengatakan China memimpin dalam solusi solar panel untuk penyimpanan energi di dunia dan berkontribusi pada bidang pembangunan hijau dan rendah karbon."China sekarang dapat mendaur ulang baterai bekas dan memasukkannya ke dalam sistem ESS. Misalnya untuk penggunaan rumah tangga atau untuk kendaraan listrik. Jadi, baterai bekas ini dapat digunakan kembali selama 3-4 tahun lagi," ungkapnya kepada awak media di Guangzhou, China, dikutip Sabtu (2/5).Perusahaannya, lanjut Du, merupakan penyedia produk dan layanan pengisian daya baterai terbesar di Guangzhou, terutama bagi transportasi umum, di kota yang termasuk dalam kawasan Greater Bay Area (GBA) ini.Selain menyediakan pengisian daya untuk kendaraan angkutan umum pada siang hari, fasilitas dan layanan ini juga tersedia bagi kendaraan pribadi masyarakat di malam hari. Hal ini menjadi salah satu keunggulan perusahaan."Fasilitas ini tidak hanya bermanfaat bagi angkutan umum, tetapi juga bagi pemilik mobil pribadi. Selain menyediakan layanan pengisian daya, kami juga memiliki penyimpanan energi Solar PV dan layanan B2G," jelas Du.Bidik Investasi Daur Ulang Baterai Listrik di IndonesiaSistem Energy Storage System (ESS), solusi daur ulang baterai bus listrik di kantor Guangzhou Public Transport Group Ltd, Guangzhou, China, Sabtu (25/4/2026). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparanSaat ditanya terkait kemungkinan ekspansi di Indonesia, Du menyebutkan sudah ada pembahasan kerja sama dengan beberapa perusahaan yang tertarik mengembangkan teknologi serupa di Tanah Air."Kami merasa terhormat menerima kunjungan dari perusahaan-perusahaan Indonesia tahun lalu dan dua tahun sebelumnya. Mereka menunjukkan minat yang besar pada layanan pengisian daya semacam ini," ungkap Du.Du menjelaskan, di beberapa negara sistem jaringan listrik (grid) belum berkembang secara komprehensif. Dengan demikian, teknologi asal China ini diharapkan dapat membantu dalam pengembangan panel surya sekaligus penyimpanan energi.Selain itu, perusahaan yang telah berpengalaman lebih dari 88 tahun dalam produksi pengisian daya, solar panel, dan operasional bus umum dan taksi ini berharap agar dapat membawa teknologinya ke kawasan Asia Tenggara seperti Thailand, Vietnam, dan Filipina.Rencana tersebut juga seiring dengan momentum krisis energi fosil global yang disebabkan eskalasi perang di Timur Tengah, yang membuat implementasi kendaraan listrik dan penyimpanan baterai menjadi semakin mendesak.Deputy General Manager of Guangzhou Public Transport Group New Energy Development Co., Ltd, Du Zhiwei, di kantor Guangzhou Public Transport Group Ltd, Sabtu (25/4/2026). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan"Kami sangat senang mengunjungi Asia Tenggara. Seperti yang kita ketahui, perang baru-baru ini telah menyebabkan banyak ketegangan dalam pasokan bahan bakar fosil. Hal ini telah memengaruhi kualitas hidup di banyak daerah, dan biaya hidup juga meningkat," tegas Du.Berdasarkan catatannya, setiap satu watt produksi listrik dari baterai dapat melepaskan 100 kilogram emisi karbon ke udara. Dia menilai jika tanpa teknologi yang tepat sasaran, penggunaan kendaraan listrik tetap akan menyebabkan polusi udara.Bahkan setelah masa pakainya berakhir alias kedaluarsa, perusahaan akan mengumpulkan baterai tersebut dan memprosesnya melalui beberapa tahap pengolahan untuk menghilangkan unsur-unsur beracun atau cairan pencemar di dalam baterai."Kita juga akan mendaur ulang bagian logam baterai sehingga memiliki keseluruhan proses seperti siklus dan membantu pembangunan hijau," imbuh Du.ESS yang dikembangkan perusahaan dan mulai diterapkan sejak tahun 2023 ini berkapasitas 1.000 kilowatt per hour (KWh) yang menggunakan baterai bekas dari bus listrik, menjadikannya teknologi pertama di sektor transportasi umum China.Sistem Energy Storage System (ESS), solusi daur ulang baterai bus listrik di kantor Guangzhou Public Transport Group Ltd, Guangzhou, China, Sabtu (25/4/2026). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparanKonfigurasi dibangun dengan baterai bekas dari 40 bus listrik perusahaan yang telah digunakan selama lebih dari 10 tahun. Baterai tersebut dipensiunkan dan dapat digunakan kembali.Dengan daya pengisian 500 kilowatt, artinya dibutuhkan dua jam untuk mengisi penuh dan dua jam untuk mengosongkannya. Sistem ini terhubung dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap, stasiun pengisian daya, dan jaringan mikro hijau terintegrasi.Pengisian daya dapat dilakukan pada malam hari di luar jam puncak ketika harga listrik rendah, yakni sekitar RMB 0,3 per KWh, dan pelepasan daya ke stasiun pengisian daya pada siang hari pada puncaknya ketika harga listrik lebih tinggi, sekitar lebih dari RMB 1,2 per KWh, sehingga selisihnya mencapai RMB 1 per KWh.Tidak hanya itu, ESS yang dikembangkan perusahaan juga memiliki biaya investasi yang lebih rendah daripada baterai baru, serta periode pengembalian modalnya (breakeven point) hanya 4-5 tahun, lebih cepat dari penggunaan baterai baru yang membutuhkan lebih dari 6 tahun.Perusahaan pun memperkirakan akan menghemat sekitar RMB 4 miliar selama siklus operasi 12 tahun. Ketika baterai pensiun dari ESS, perusahaan akan mengolahnya atau daur ulang untuk menghasilkan bahan baku logam.Saat ini, perusahaan mengoperasikan hampir 12.000 bus listrik, 10.135 taksi listrik, dan 15 bus bertenaga bahan bakar hidrogen di Guangzhou. Perusahaan juga memiliki sekitar 6.498 tiang pengisian daya dan 125 stasiun (charging station) yang tersedia tidak hanya untuk transportasi publik namun juga kendaraan pribadi.