Mencicipi 70 Jenis Sambal dari 9 Puri di Bali Royal Chili Festival 2025

Wait 5 sec.

Gelaran Bali Royal Chili Festival 2025 di Taman Safari Bali. Foto: Aprilandika Pratama/kumparanTaman Safari Indonesia kembali menggelar Bali Royal Chili Festival. Festival kuliner yang sudah rutin diadakan sejak 2013 tersebut kali ini akan berlangsung mulai dari 28 Agustus hingga 7 September 2025 di UMA Restaurant. Bali Royal Chili Festival merupakan bentuk inisiatif Taman Safari Indonesia untuk mempromosikan sekaligus melestarikan berbagai resep tradisional sambal dari dapur Kerajaan Bali.Khusus untuk gelaran tahun ini, akan menampilkan kurang lebih 70 jenis sambal autentik dari 9 puri yang di Bali.Kesembilan puri tersebut yakni Puri Agung Banyuning Bongkasa oleh Ibu Anak Agung Ayu Roosye Indira & Ayu Agung Mas; Puri Agung Kerambitan leh Ibu Sagung Putri Wiratni; Puri Agung Klungkung oleh Ibu Tjok Istri Agung Adnyani; Puri Agung Karangasem oleh Ibu Ratu Istri Mas Dirga Sutengsu.Gelaran Bali Royal Chili Festival 2025 di Taman Safari Bali. Foto: Aprilandika Pratama/kumparanSelanjutnya ada Puri Kaliungu Kaja Denpasar oleh Ibu I Gusti Ayu Agung Risna Dewi; Puri Ageng Marga (Tabanan) oleh Ibu I Gusti Ayu Made Mariani, SP; Puri Agung Karangasem oleh Ibu Indrawati Sudewa Djelantik; Puri Agung Jrokuta (Denpasar) oleh Ibu Ida Ayu Mustika Suri Jayanti; dan Puri Agung Perean (Tabanan) oleh Ibu Anak Agung Rai Lisnawati.kumparanFOOD pada tahun ini berkesempatan menghadiri acara tersebut, sekaligus menjajal semua jenis sambal yang ditampilkan. Kami mencoba mulai dari sambal yang umum dinikmati masyarakat seperti sambal terasi dan sambal bawang, hingga sambal khas Bali yang namanya sedikit asing namanya seperti sambal bongkot dan sambal dedalu. Cita rasa pedas dari beragam jenis sambal tersebut sukses membuat lidah bergoyang, terlebih bagi kamu si pencinta makanan pedas. Gelaran Bali Royal Chili Festival 2025 di Taman Safari Bali. Foto: Aprilandika Pratama/kumparanJuru Masak Puri Ubud I Gusti Nyoman Darta sembari melakukan cooking demo mengatakan, keberagaman sambal di Bali tak serta merta terjadi. Semua itu bermula dari rasa jenuh raja Bali jaman dahulu akan jenis makanan yang itu-itu saja.Berangkat dari situ, para juru masak kerajaan pun bereksperimen membuat jenis sambal yang tak hanya lezat tetapi juga bermanfaat bagi tubuh."Munculnya banyak varian sambal karena raja dulu punya titik jenuhnya terhadap daging dan nasi. Kerajaan lah yang membuat sambal itu bermacam-macam. Diselami bagaimana rakyatnya makan supaya bisa merasakan. Bahkan nasi juga ikut divariasikan seperti nasi dengan jagung, ketela, dan lainnya," ujar I Gusti Nyoman Darta kepada wartawan di kawasan Gianyar, Bali.Sementara itu, Alexander Zulkarnain selaku ACT Chief Marketing Officer Taman Safari IndonesiaGroup, mengungkapkan bahwa festival ini juga ditujukan sebagai sarana pengenalan terhadap kuliner Bali."Bali Royal Chili Festival ini merupakan warisan budaya yang penting bukan hanya untuk dilestarikan, tapi juga untuk dikomunikasikan dan juga sebagai suatu warisan budaya luhur yang sangat baik untuk menjadikan Bali ini dikenal bukan hanya dari sisi pariwisatanya tetapi juga lebih jauh lagi dari sisi kulinernya," bebernya.Gelaran Bali Royal Chili Festival 2025 di Taman Safari Bali. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan"Melalui Bali Royal Chili Festival ini 9 puri bisa dipadukan di dalam suatu event, yaitu yang paling menarik dengan satu kuliner atau panganan yang kita sangat familiar yaitu sambal," sambungnya.Tak hanya sebagai pelengkap bagi suatu hidangan, Alexander melihat sambal sebagai identitas penting bagi masyarakat Indonesia. Karenanya, ia tertarik mengusung sambal sebagai salah satu perwakilan dari kuliner tanah air di mata dunia."Kita bisa melihat negara-negara tetangga kita ya, Thailand ataupun Malaysia begitu gencar mempromosikan makanan-makanan mereka ke luar negeri sehingga orang-orang jadi tertarik karena makanannya lezat ingin datang ke negaranya. Jadi kita ada berbagai touch point ataupun berbagai hal yang kita bisa lakukan untuk mempromosikan pariwisata Indonesia," ucap Alexander.Ungkap Manfaat Sambal Selain sebagai PelengkapGelaran Bali Royal Chili Festival 2025 di Taman Safari Bali. Foto: Aprilandika Pratama/kumparanDi samping soal acara, Alexander mengungkap pula soal manfaat lain dari sambal. Di Bali, sambal tak hanya berperan sebagai pelengkap makanan utama, sambal pun dipercaya memiliki khasiat tersendiri. Hal itu tak lain berasal dari pilihan beberapa bahan yang digunakan dalam sambal."Jadi mengonsumsi sambal itu ternyata seperti halnya mengonsumsi jamu. Jamu kan buat kesehatan ini juga banyak kayak tadi paduan-paduannya dan dijelaskan satu ingredients atau satu bahan itu fungsinya apa buat tubuh dan lain-lain dan itu dipadukan," ungkap Alexander."Jadi saya pikir orang biasanya secara umum lidah awam kalau makan sambal untuk pedas tapi kalau ini makan sambal untuk sehat. Nilai-nilai ini juga luar biasa dan pasti ini ditemukan juga oleh para puri-puri dan praktisi-praktisi kuliner," lanjutnya.Gelaran Bali Royal Chili Festival 2025 di Taman Safari Bali. Foto: Aprilandika Pratama/kumparanDengan semangat pelestarian dan perayaan kuliner sambal, Bali Royal Chili Festival 2025 mengajak masyarakat, wisatawan domestik maupun mancanegara untuk merasakan keunikan sambal Kerajaan Bali.Lebih dari sekadar festival makanan, acara ini menjadi jembatan yang menghubungkan tradisi, budaya, dan pengalaman wisata, menjadikan Bali sebagai destinasi yang kaya rasa, penuh makna, dan tak terlupakan."Kita berharap dengan adanya Bali Royal Chili Festival ini, sambal-sambal lain yang dimiliki oleh kerajaan-kerajaan atau puri-puri lain di Bali ini juga bisa dikenal oleh publik. Sehingga mempunyai suatu semangat proud and pride terhadap Indonesia khususnya Bali," tutup Alexander.