Pelatih Timnas Wanita Indonesia U-16, Timo Scheunemann, dalam sesi konferensi pers jelang pertandingan semifinal AFF U-16 di Solo, Selasa (26/8/2025). Foto: Dok. PSSIPelatih Timnas Wanita Indonesia U-16, Timo Scheunemann, mengungkapkan pengalaman tak biasa saat laga perebutan tempat ketiga Piala AFF U-16 2025 melawan Vietnam di Stadion Manahan, Solo, Jumat (29/8).Di tengah jalannya pertandingan, ia ikut merasakan paparan gas air mata yang masuk ke area stadion akibat demonstrasi di sekitar Mako Brimob Solo, tak jauh dari lokasi laga."Di tengah suasana yang agak mencekam ini, saya juga mulai bisa merasakan gas air mata di luar tadi. Oleh karena itu, saya tadi nggak bisa nyanyi Padamu Negeri setelah pertandingan," ujar Timo dalam konferensi pers pasca-laga.Bukan hanya pelatih dan pemain, para suporter yang duduk di tribune barat juga sempat terganggu. Banyak di antara mereka yang berhamburan pindah ke sisi tribune lain untuk menghindari paparan gas.Timnas Wanita Indonesia menghadapi Vietnam di perebutan tempat ketiga Piala AFF Wanita U-16 2025, di Stadion Manahan, Solo (29/8/2025). Foto: PSSIMeski ada insiden tersebut, Timo tetap memberi apresiasi pada timnya yang mampu menahan imbang Vietnam 1-1, sebelum akhirnya kalah 6-7 lewat adu penalti. Menurutnya, hasil itu menjadi sebuah pencapaian tersendiri."Saya rasa hari ini, kalau istilah bahasa Inggrisnya itu milestone. Karena kita belum pernah seri, belum pernah setara dengan Vietnam di sepak bola wanita. Hari ini kita bisa imbang, bahkan pertandingan sampai adu penalti, lebih dari lima tendangan. Jadi betul-betul 50-50," jelasnya.Timo menilai hasil imbang itu pantas didapatkan kedua tim. "Mereka punya beberapa peluang bagus, tapi gol pertama Vietnam juga beruntung. Jadi saya rasa hasil seri sudah pantas. Saya bangga dengan pemain-pemain saya. Mereka sudah memberikan yang terbaik," ujarnya.Meski begitu, ia masih melihat ada hal yang perlu ditingkatkan, terutama soal kualitas umpan."Kalau passing-passingnya lebih tepat, kualitas umpannya lebih rapi, kita bisa punya lebih banyak serangan dan lebih banyak kesempatan cetak gol. Itu yang saya sayangkan. Walaupun tidak jelek-jelek amat, hanya lumayan," katanya.Menurut Timo, untuk bisa menumbangkan Vietnam, timnya harus tampil lebih konsisten."Kalau mau menang lawan Vietnam harus super, harus bagus. Passing-passingnya harus betul-betul on. Tadi masih so-so," ucapnya.Meski belum sempurna, ia menyebut hasil ini menunjukkan perkembangan positif bagi Garuda Muda Pertiwi."Pertama kali kita bisa imbang lawan Vietnam. Kalau lihat sejarah, terakhir tim senior kalah 0-7. Jadi kita sudah on process. Kita punya target itu (Piala Dunia Wanita) 2031," tutupnya.