Gelar Sarasehan Budaya di Raja Ampat, Fadli Zon Dorong Sinergi Pelestarian dan Pemajuan Kebudayaan

Wait 5 sec.

Menteri Fadli Zon menekankan pentingnya menghidupkan kembali potensi budaya yang ada di Papua Barat Daya, khususnya Raja Ampat. (IST)RAJA AMPAT - Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menghadiri Sarasehan Budaya di Papua Barat Daya bersama para pemangku kepentingan daerah, komunitas budaya, seniman, serta budayawan setempat yang menjadi inisiator kegiatan Jejak Raja Festival Raja Ampat 2025.Sarasehan ini dihadiri oleh para pelaku seni dari berbagai daerah, termasuk seniman dan budayawan asal Kabupaten Tambrauw serta Kota Sorong, yang menampilkan karya dan gagasan mereka dalam upaya menjaga keberlanjutan warisan budaya Papua Barat Daya. Kehadiran para pelaku seni ini memperkuat semangat kolaborasi lintas wilayah dalam memajukan kebudayaan sekaligus mendukung sektor pariwisata.Dalam dialog kebudayaan tersebut, Menteri Fadli Zon menekankan pentingnya menghidupkan kembali potensi budaya yang ada di Papua Barat Daya, khususnya Raja Ampat, yang tidak hanya dikenal dengan keindahan alamnya, tetapi juga menyimpan jejak peradaban dan tradisi yang kaya.“Kita melihat potensi budaya yang luar biasa di Papua Barat Daya, termasuk di Raja Ampat, yang meninggalkan banyak jejak budaya dan peradaban masa lalu. Ekspresi budaya berupa tarian, musik tradisional seperti tambur, dan seni pertunjukan lainnya perlu terus dihidupkan dan diwariskan secara berkelanjutan,” ujar Menteri Fadli Zon.Lebih lanjut, Menteri Kebudayaan menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak hanya penting dari sisi identitas dan sejarah, tetapi juga berperan strategis dalam memperkuat sektor pariwisata.“Upaya memajukan kebudayaan ini juga akan memberikan dampak pada hilir pariwisata kita, sehingga kebudayaan dan pariwisata dapat berjalan beriringan di Papua Barat Daya, termasuk di Raja Ampat,” tambahnya.Sarasehan ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau; serta Wakil Bupati Waisai Raja Ampat, Mansur Syahdan. Turut hadir Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua Barat Daya, Yusdi Lamatenggo; Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya, Adolof Kambuaya; serta Arkeolog, Daud Aris Tanudirjo.Selain itu, dari jajaran Kementerian Kebudayaan turut hadir Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan; Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayudha; serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XXIII, Nahar Cahyandaru.Melalui sarasehan budaya ini, Kementerian Kebudayaan bersama pemerintah daerah, komunitas, dan para pegiat seni-budaya berkomitmen menjaga serta mengembangkan warisan budaya Papua Barat Daya agar tetap hidup, relevan, dan memberi manfaat bagi masyarakat setempat maupun bangsa Indonesia secara keseluruhan.