Kurang Laku, BYD Shark PHEV Batal Dijual di Thailand

Wait 5 sec.

BYD Shark PHEV. Foto: dok. PaultanPick up double cabin BYD Shark batal dipasarkan di Thailand. Alasannya karena permintaan dari konsumen jauh di bawah target awal.Mengutip Autolivethailand.tv dari Paultan, pesanan BYD Shark dibuka pada Bangkok International Motor Show 2025 pada Maret lalu. Seharusnya, BYD akan memproduksi 500 unit Shark untuk fase awal, namun jumlah pesanan hanya 153 unitRever Automotive sebagai distributor BYD di Thailand membatalkan 153 pesanan tersebut dan tidak memungut biaya pesanan dari konsumen.General Manager BYD Auto (Thailand), Ke Yubin menyampaikan salah satu alasan Shark minim pesanan dikarenakan ia berstatus Completely Built Up (CBU) dari China. Faktor ini membuat pajaknya mencapai 30 persen, sehingga sulit untuk berkompetisi di segmen double cabin.Interior BYD Shark PHEV. Foto: dok. PaultanMelihat spesifikasinya, BYD Shark punya dimensi dengan panjang total 5.457 mm, lebar 1.917 mm, tinggi 1.925 mm, dan wheelbase 3.260 mm. Ia menggendong mesin Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dengan mesin 1.500 cc bertenaga 181 dk dan torsi 260 Nm.Mesin tersebut dikombinasikan dengan motor listrik di depan berkekuatan 227 dk dan torsi 310 Nm, serta motor penggerak belakang bertenaga 201 dk serta torsi 340 Nm. Baterainya mengandalkan Lithium Iron Phosphate (LFP) bernama BYD Blade Battery dengan kapasitas 29,58 kWh.Bicara harganya, BYD Shark dibanderol tak sampai 1.699.000 baht atau setara Rp 860 jutaan.BYD Shark PHEV. Foto: dok. PaultanSedikitnya pesanan terhadap double cabin BYD Shark tidak sejalan dengan kecintaan masyarakat Thailand terhadap pick up dan double cabin.Pada Juli 2025, data Federation of Thai Industries (FTI) disitat dari Just Auto, wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) kategori pick up 1 ton seperti Toyota Hilux, Isuzu D-Max, dan Mitsubishi Triton mencapai 15.194 unit. Artinya, segmen ini menyumbang 31 persen dari keseluruhan penjualan sebanyak 49.102 unit pada Juli 2025.Dibandingkan dengan Indonesia, pada Juli 2025 kendaraan double cabin terjual 1.746 unit dari total penjualan wholesales secara total sebanyak 60.552 unit. Ini menunjukkan pangsa pasar double cabin di Indonesia sangat kecil, hanya 2,8 persen.