Mercedes-Benz Pekerjakan Anjing Robot Aris untuk Hemat Energi dan Cegah Kerusakan Pabrik

Wait 5 sec.

Pabrik van Mercedes-Benz di Düsseldorf, Jerman, mengadopsi sistem robot otonom dan drone. (Foto: Mercedes-Benz)JAKARTA – Mercedes-Benz kembali menunjukkan inovasinya, namun kali ini bukan dengan kendaraan listrik atau fitur canggih pada mobil, melainkan dengan menggunakan teknologi robotik di pabriknya.Untuk pertama kalinya, pabrik van Mercedes-Benz di Düsseldorf, Jerman, mengadopsi sistem robot otonom, termasuk robot anjing berkaki empat bernama "Aris," untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya energi secara signifikan.Dilansir dari laman pabrikan, Sabtu, 30 Agustus, disebut robot anjing "Aris" adalah bagian dari strategi digitalisasi menyeluruh yang sedang diterapkan di pabrik tersebut. Tugas utamanya adalah mendeteksi kebocoran udara bertekanan, yang seringkali menjadi penyebab utama hilangnya energi. Dengan sistem pendeteksi yang canggih, Aris dapat menemukan kebocoran-kebocoran kecil ini di tahap awal sehingga dapat segera diperbaiki. Hal ini memungkinkan pabrik menghemat energi dalam jumlah besar, bahkan mencapai penghematan biaya tahunan dalam kisaran enam digit.Selain mendeteksi kebocoran udara, "Aris" juga dilengkapi dengan modul pencitraan akustik yang memungkinkan ia memvisualisasikan dan melokalisasi anomali suara. Anomali ini tidak hanya bisa menunjukkan kebocoran, tetapi juga bisa mengindikasikan adanya potensi kegagalan sistem. Dengan bantuan "Aris," karyawan dapat bereaksi lebih cepat untuk mencegah kerusakan sebelum terjadi, terutama saat periode non-produksi, sehingga mengurangi risiko kerugian yang lebih besar.Integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) membuat Aris bisa menjalankan berbagai tugas rutin dengan presisi. Ia mampu membaca dan merekam data dari pengukur analog pada mesin serta mengirimkan data tersebut untuk dievaluasi. Kemampuan uniknya untuk mendaki tangga juga membuatnya bisa bergerak secara mandiri ke seluruh area produksi tanpa hambatan.Tidak hanya "Aris," pabrik Mercedes-Benz di Düsseldorf juga mengimplementasikan teknologi drone otonom. Drone ini bertugas untuk melakukan inventarisasi dan menghitung kontainer kosong di area pabrik. Tugas yang sebelumnya memakan waktu dan melelahkan bagi karyawan kini dapat dilakukan secara otomatis dan lebih akurat. Karyawan pun dapat berfokus pada pekerjaan yang membutuhkan keahlian kontrol dan pengawasan.Penggunaan robot anjing dan drone ini adalah langkah signifikan Mercedes-Benz menuju pabrik yang sepenuhnya digital. Kedua sistem robotik ini dapat terhubung dengan aplikasi cloud yang lebih tinggi, memungkinkan mereka berinteraksi satu sama lain dan bahkan dengan robot lain di masa depan, bahkan lintas pabrik. Ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus memanfaatkan potensi penuh dari transformasi digital.Pabrik Mercedes-Benz di Düsseldorf, yang memproduksi model van Sprinter dan eSprinter dengan sekitar 5.500 karyawan, terus menjadi pionir dalam industri otomotif. Dengan sejarah panjang dan teknologi terkini, pabrik ini tidak hanya menjadi salah satu penggerak ekonomi terbesar di wilayahnya, tetapi juga menjadi contoh bagaimana teknologi robotik dapat meningkatkan efisiensi, keamanan, dan keberlanjutan dalam skala besar.