TNI Kerahkan 100 Personil Urai Lalu Lintas di Depan Polres Metro Jakarta Timur

Wait 5 sec.

KET. FOTO: Anggota TNI mengevakuasi bangkai kendaraan di depan Polres Metro Jakarta Timur untuk mengurai kemacetan. (Dok. FOTO/VOI/COSMAS KOPONG BEDA)JAKARTA – Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggerahkan sebanyak 100 personil untuk mengevakuasi bangkai mobil yang terbakar di depan Polres Metro Jakarta Timur demi mengurai arus lalu lintas di Jalan Matraman Raya.Kurang lebih ada 14 unit mobil terbakar dalam aksi demo di depan Polres Metro Jakarta Timur yang berlangsung pada Jumat, 29 Agustus 2025 malam sampai dengan Sabtu, 30 Agustus 2025 subuh WIB.Komandan Korem 051/Wijayakarta Brigjen TNI Nugroho Imam mengatakan bahwa banyaknya bangkai mobil yang berada di ruas jalan depan Polres Metro ini mengakibatkan arus lalu lintas tersendat."Oleh sebab itu, kami dari berita pimpinan dari Kodam Jaya menurunkan 100 orang prajurit dengan empat mobil untuk evakuasi. Jadi, intinya adalah yang penting jalan ini bisa dilalui oleh warga atau masyarakat dulu," kata dia.Bangkai mobil di Jalan Matraman Raya mulai dievakuasi sejak pukul 11.45 siang WIB. Sebelum proses evakuasi warga terlihat sempat memereteli bagian-bagian mobil yang bisa dilepas.Mereka mengincar pintu-pintu mobil, jok, dan bahkan mesin ada yang bisa dicopot. Warga pun tetap melakukan aktivitas itu mereka di tengah-tengah proses evakuasi berlangsung.Imam mengatakan bahwa mobil-mobil yang dievakuasi akan dikumpulkan di lahan kosong milik Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 11l/DW yang berada di depan Polres Metro Jakarta Timur."Kami kumpulkan di situ baru nanti prosesi identifikasi atau masyarakat yang memang mempunyai akan bisa melihat di sana. Paling penting adalah jalan ini bisa kita diakses oleh masyarakat," ujar dia.Imam juga mengimbau kepada masyarakat bahwa demo merupakan hal lumrah dalam demokrasi. Namun, ia ingin proses demontrasi menyampaikan aspirasi kalau bisa berjalan sesuai dengan aturan."Menyampaikan [aspirasi] silakan, tetapi jangan sampai menimbulkan nanti ke depannya perusakan segala macam itu yang rugi adalah masyarakat lagi," ujar dia.Demonstrasi di Jakarta pada Sabtu, 29 Agustus 2025, merupakan bagian dari aksi protes setelah meninggalnya driver ojol Affan Kurniawan. Wafatnya pria 21 tahun tersebut memicuh kemarahan besar sehingga demonstrasi pun pecah di beberapa titik di Jakarta.Affan meninggal setelah dilindas oleh kendaraan taktik (rantis) Brimob dalam aksi demonstrasi di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang berlangsung pada Kamis, 28 Agustus 2025 malam.Affan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), tetapi nyawanya sudah tak tertolong. Warga Jatipulo, Palmerah, Jakarta Barat, ini pun kemudian menghembuskan nafas terakhir dalam kondisi luka parah.