Wamenlu Tata saat berbicara dalam peluncuran Program S'RASA. (Sumber: Refi/Infomed/Kemlu RI)JAKARTA - Kementerian Luar Negeri RI dan jaringan Perwakilan RI siap menjadi ujung tombak diplomasi dalam mendukung "Program Rasa Rempah Indonesia" atau (S'RASA), kata Wakil Menteri Luar Negeri Arramanatha Nasir di Skydeck Sarinah, Jakarta, Hari Kamis.S’RASA merupakan program promosi kuliner Indonesia yang kaya rempah dan rasa untuk pasar luar negeri. Program ini menghadirkan makanan Indonesia dengan identitas, cerita, dan warisan budaya Indonesia di restoran-restoran Indonesia di berbagai negara.Program ini merupakan babak baru dari program Indonesia Spice Up The World (ISUTW) yang berakhir pada 2024.Program ini diluncurkan bersama oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri, Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya, Wamenlu Tata, serta Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Bagus Rachman.Wamenlu Tata menekankan pentingnya aspek gastrodiplomasi dalam program S’RASA."Kolaborasi enam Kementerian dalam Program Rasa Rempah menunjukkan cakupan kerja sama yang komprehensif. Program ini mendorong standarisasi rasa sehingga kuliner Nusantara dapat disajikan dengan cita rasa konsisten di berbagai restoran Indonesia di luar negeri," jelas Wamenlu Tata dalam keterangan Kemnlu RI, Sabtu 30 Agustus."Dalam hal ini, Kemlu memiliki infrastruktur pendukung upaya gastrodiplomasi tersebut. Kemlu melalui jaringan Perwakilan RI dapat menjadi ujung tombak diplomasi dalam mendukung program ini. Kemlu juga telah mengembangkan Dashboard Gastrodiplomasi Indonesia sebagai referensi informasi restoran dan rempah Indonesia," tandas Wamenlu Tata.Peluncuran Program S'RASA. (Sumber: Refi/Infomed/Kemlu RI) Sementara itu, Mendag Budi optimis cita rasa kuliner Indonesia mampu bersaing di kancah global. Kuliner otentik Indonesia yang dimasak dengan rempah-rempah khas Nusantara menawarkan daya tarik yang vital dalam promosi makanan Indonesia di luar negeri, sekaligus membantu meningkatkan kunjungan wisatawan asing ke Indonesia sebagai tujuan jangka panjang, katanya.Sebagai tahap awal, uji coba (pilot project) S’RASA akan dihadirkan di restoran yang berlokasi di lima kota dunia, yakni Tokyo, Jepang; Sydney, Australia; Amsterdam, Belanda; London, Inggris; dan New York, Amerika Serikat. Restoran serta pemasok bumbu dan rempah yang terlibat akan dipilih melalui seleksi terbuka oleh profesional di bidang kuliner."S’RASA menjadi jembatan diplomasi kuliner Indonesia. Dengan hadirnya restoran Indonesia di luar negeri, kita dapat memperkenalkan Indonesia. Melalui pengalaman mencicipi hidangan, dapat mendorong masyarakat mancanegara agar tertarik mengenal budaya Indonesia secara langsung," jelas Mendag.Selain mempromosikan kuliner, S’RASA merupakan langkah untuk mendorong ekspor produk Indonesia lewat rempah-rempah, bahan baku, dan produk Indonesia."Salah satu kontribusi yang bisa kita lakukan untuk menyongsong Indonesia maju 2045 adalah meningkatkan ekspor. Melalui S’RASA, kita ikut membuka jalan bagi produk Indonesia lainnya, seperti bahan baku, bumbu, kemasan, hingga peralatan untuk ikut masuk ke pasar global sehingga dapat memperluas pasar produk Indonesia di kancah dunia," urai Mendag Busan, sapaan akrab Budi Santoso.Sementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengatakan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjadi pedoman utama bagi seluruh jajaran kabinet untuk bekerja keras dan berkolaborasi. Kolaborasi ini diwujudkan secara nyata melalui program S’RASA."Mengikuti arahan Bapak Presiden, kita hanya bisa sukses jika mau bekerja keras dan berkolaborasi. Inilah bukti nyata bahwa Kabinet Merah Putih selalu kompak menghadirkan inovasi dan kebersamaan dalam memajukan kebudayaan serta pariwisata Indonesia. Kami tidak terikat pada sekat tupoksi semata, melainkan bergerak bersama sebagai satu tim," jelasnya.Ia menambahkan, Kementerian Perdagangan, Kementerian BUMN, Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, dan Kementerian Luar Negeri dengan jaringannya di berbagai negara, semua berperan sebagai supporting system yang saling melengkapi. Melalui program ini kita bisa mempromosikan potensi Indonesia ke dunia dan memperoleh manfaatnya bagi seluruh rakyat Indonesia.Adapun Menteri Pariwisata Widiyanti Putri mengapresiasi kehadiran program S’RASA yang sejalan dengan program unggulan Kementerian Pariwisata, Quality Tourism dengan gastronomi sebagai salah satu fokus utama promosi untuk menarik wisatawan affluent, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi kuliner berkualitas.Penandatangan peluncuran Program S'RASA. (Sumber: Refi/Infomed/Kemlu RI)"Program S’RASA sejalan dengan program-program kami. Keberadaan restoran di luar negeri berperan penting dalam meningkatkan awareness tentang suatu negara melalui cita rasa dan suasana. Hal ini akan menumbuhkan rasa ingin tahu dan kedekatan emosional, sehingga mendorong minat masyarakat di luar negeri untuk berkunjung ke Indonesia," ujar Menteri Widiyanti.Kementerian Pariwisata siap berperan aktif mendukung S’RASA. Menurutnya, dengan adanya kerja sama lintas Kementerian, program ini diharapkan dapat memperkuat upaya dalam memperbanyak kehadiran restoran Indonesia di mancanegara, serta menjadi solusi menjawab tantangan terkait akses permodalan dan kemudahan mendapatkan bahan baku untuk kuliner Indonesia di luar negeri.Sedangkan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya melihat program ini sebagai wadah akselerasi pegiat kuliner sehingga bisa membuka peluang di tingkat global."Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan akan menjadi wadah akselerasi bagi pegiat kreatif kuliner untuk memperkuat identitas, penciptaan IP kuliner yang bernilai, sekaligus membuka peluang di tingkat global untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai new engine of growth," terang Menteri Harsya.Peluncuran S'RASA ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama enam kementerian yang disaksikan oleh menteri dan wakil menteri sebagai tanda dimulainya kolaborasi program S’RASA.Perjanjian kerja sama ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi, Sekretaris Kementerian Kementerian Badan Usaha Milik Negara Rabin Indrajad Hattari, Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif Yuke Sri Rahayu, Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman, Direktur Jenderal Amerika dan Eropa merangkap Plt. Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Umar Hadi, serta Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata Rizki Handayani.Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman mengungkapkan, program S’RASA dapat memperkuat UMKM khususnya sektor bumbu dan rempah."Program ini bukan hanya wadah promosi kuliner Indonesia ke pasar internasional, ini adalah sebuah ekosistem yang dapat membawa UMKM sektor bumbu dan rempah go global," ujar Bagus.Diketahui, sepanjang Januari - Juni 2025, terjadi lonjakan ekspor pada komoditas kopi, teh, dan rempah-rempah Indonesia yang mencapai 1,630 miliar dolar AS atau tumbuh 86,5 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2024 yang sebesar 874,1 juta dolar AS.Capaian ini menjadikan rempah-rempah Indonesia menjadi komoditas nonmigas dengan pertumbuhan ekspor tertinggi kedua setelah komoditas kakao dengan tingkat pertumbuhan 129,86 persen.