Ilustrasi menerapkan tips parenting (Pexels-Karolina Grabowska)YOGYAKARTA – Dalam dunia parenting, orang tua memang punya kewajiban untuk mengawasi anak. Namun, alih-alih mengawasi, kewajiban itu justru dilakukan secara berlebihan oleh orang tua hingga membuat anak merasa diawasi. Hal itu terjadi karena pengawasan yang dilakukan oleh orang tua kadang berlebihan. Agar fungsi pengawasan tetap jalan tanpa membuat anak merasa diawasi, orang tua perlu mengenal glider parenting.Mengenal Glider ParentingDalan situs UCLA Health dijelaskan, glider parenting adalah pola asuh anak yang dilakukan dengan cara orang tua mengawasi dan mendukung anak tanpa membuat mereka diawasi. Artinya, orang tua memberi ruang bagi anak agar bisa mencoba dan gagal hingga akhirnya belajar.Pola asuh tersebut akan memberi kebebasan pada anak untuk mengambil keputusan, mencari jalan keluar dari masalahnya, sekaligus bertanggung jawab. Namun, ketika anak menunjukan ketidakmampuannya dalam mengatasi masalah, orang tua akan hadir untuk membantu mencari penyelesaiannya.Manfaat Pola Asuh Glider ParentingSecara umum, anak yang dibesarkan dengan pola asuh yang mendukung kemandirian mereka akan merasakan kepuasan hidup, demikian dilansir dari situs The Every Mom. Artinya pola asuh glider parenting mampu mendatangkan manfaat yang baik khusus anak.Berikut ini manfaat glider parenting yang bisa didarasakan oleh anak maupun orang tua.Kesehatan mental anak lebih terjaga karena tak dituntut sempurnaHubungan sosial anak lebih sehat karena orang tua tak melakukan intervensiAnak punya kontrol emosi yang lebih matangGejala depresi dan kecemasan lebih sedikitPrestasi sekolah cenderung lebih baikOrang tua cenderung memiliki tingkat stres lebih rendah karena merasa tak perlu memantau gerak gerik anak setiap saatMemperbaiki hubungan anak dan orang tuaMengurangi konflik anak dan orang tuaTips Mempraktikan Glider ParentingGlider parenting sebenarnya mudah dilakukan asal orang tua tahu batasan keterlibatannya di kehidupan anak. Berikut ini beberapa tips mempraktikan pola asuh glider.Tunjukkan kasih sayang tanpa syarat.Orang tua harus mampu menunjukan bahwa mereka menyayangi anak tanpa syarat apapun. Cinta tanpa syarat penting untuk anak dalam membangun kepercayaan diri mereka. Dengan pola asuh yang mandiri, orang tua akan melihat anak melakukan kesalahan setiap hari. Namun, kesalahan itu bukan jadi halangan bagi mereka untuk mendapatkan cinta dari orang tua.Biarkan anak-anak membuat pilihan yang sesuai dengan usianyaOrang tua perlu membiarkan bagaimana anak akan membuat keputusan mereka sesuai usianya. Keputusan ini tak hanya berkaitan dengan keselamatan, namun, misalnya terkait kapan mereka harus tidur, benda apa yang akan mereka pegang saat merambat berjalan, dan masih banyak lagi. Pada akhirnya anak akan menentukan pilihan apa yang boleh mereka ambil dengan kemampuannya sendiri.Dukung mereka agar merasa kompeten dan dihargai.Cara ini tidak hanya mampu membuat anak lebih percaya diri, namun berani mengambil keputusan. Dungan ini bisa dilatih oleh orang tua sejak dini dengan melibatkan anak dalam melakukan pekerjaan rumah tangga.Gunakan bahasa yang tidak direktif.Daripada memberi arahan kepada anak apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya, orang tua disarankan memberi arahan dengan bahasa yang membantu mereka berpikir. Misalnya, orang tua tidak perlu berkata, “rapikan kamarmu”. Disarankan untuk berkata, “kamar ini berantakan, apakah kita berdua bisa membereskannya?”.Selain mengenal glider parenting, kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.