Presiden Venezuela Nicolas Maduro/FOTO via Instagram @nicolasmaduroJAKARTA - Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan negaranya tidak dapat ditembus oleh pasukan asing di tengah ketegangan yang meningkat dengan AS terkait keputusan Presiden Donald Trump untuk mengerahkan aset militer ke kawasan Karibia."Mereka tidak bisa memasuki Venezuela," katanya, seraya menggambarkan tekanan yang terus berlanjut memperkuat pemerintahannya, saat mengikuti upacara militer di Caracas dilansir ANTARA, Jumat, 29 Agustus.Maduro menyebut tindakan AS baru-baru ini sebagai pengepungan dan pelecehan yang melanggar Piagam PBB, dan berargumen bahwa tindakan-tindakan ini telah menjadi bumerang."Hari ini, setelah 20 hari pengepungan tanpa henti, kami lebih kuat dari kemarin. Kami memiliki lebih banyak dukungan nasional dan internasional," katanya.Ia berterima kasih kepada Presiden Kolombia Gustavo Petro atas perintah pengerahan 25.000 tentara ke wilayah Catatumbo di Kolombia, dan menggambarkan langkah tersebut sebagai upaya Venezuela dan Kolombia untuk bersatu demi perdamaian guna melindungi wilayah mereka. Maduro, didampingi Menteri Pertahanan Vladimir Padrino Lopez dan para komandan senior, berjanji awal bulan ini untuk mempertahankan kedaulatan Venezuela, dengan menyatakan bahwa tidak ada "kekaisaran" yang dapat menyentuh "tanah suci" negara itu atau tanah-tanah Amerika Selatan.Trump diketahui mengeluarkan perintah eksekutif yang mengizinkan operasi militer ekstensif terhadap kartel narkoba Amerika Latin, dengan pengerahan satuan tugas angkatan laut ke Karibia, termasuk sebuah kapal selam dan tujuh kapal perang.Selain itu, AS juga akan mengirimkan 4.000 marinir ke wilayah itu, menurut para pejabat militer kepada CNN.