Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Foto: Dok. Antara)JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berjanji mencarikan rumah bagi keluarga pengemudi ojek online yang tewas dilindas kendaraan taktis Brimob Polda Metro Jaya Affan Kurniawan dan mengangkat adiknya sebagai anak asuh.Dalam keterangan Pemprov Jabar di Bandung, Jumat, hal ini diungkapkan Dedi saat menelpon dan mengucapkan belasungkawa kepada Erlina, ibu dari Affan Kurniawan yang meninggal saat berlangsungnya aksi unjuk rasa di Jakarta, Kamis 28 Agustus malam."Mohon maaf saya hanya bisa mengutus utusan, dan saya tidak bisa membantu yang lebih," kata Dedi, dikutip Antara, Sabtu, 30 Agustus.Dedi saat menelpon ibu dari Affan, menyampaikan maksudnya untuk menjadi bapak asuh buat adik almarhum namun yang bersangkutan tetap tinggal bersama keluarganya."Tinggalnya tetap sama Ibu, tapi saya mohon izin mengangkat adik almarhum menjadi anak asuh saya, ya Bu," ujarnya.Lalu Dedi juga berjanji mencarikan rumah untuk keluarga almarhum agar tidak harus kost lagi."Nanti staf saya yang mengurusnya di situ, lalu nanti sampaikan ke saya," ucap Dedi.Dedi kemudian menyampaikan permohonan maaf tidak bisa menemui langsung ke Jakarta."Saya mohon maaf tidak bisa menemui langsung, karena kan saya di Jawa Barat. Tapi saya doakan semoga ibu dan suami sehat dan tabah, menerima musibah ini, dan semoga peristiwa yang menimpa putra Ibu adalah peristiwa yang terakhir," katanya.Diinformasikan pengemudi ojol Affan Kurniawan (21) meninggal karena dilindas kendaraan taktis Brimob saat kerusuhan demo terjadi di DPR Jakarta, Kamis (28/8) malam.Almarhum anak kedua, memiliki satu kakak dan satu adik. Affan bersama keluarga diketahui tinggal di Jalan Blora, Jakarta Pusat.Divisi Propam (Divpropam) Polri menyatakan tujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya yang terlibat dalam insiden kendaraan taktis (rantis) menabrak seorang pengemudi ojek online (ojol), ditetapkan melanggar kode etik profesi kepolisian.Ketujuh anggota tersebut berinisial Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu B, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka J.Bantuan dan jaminan kehidupan termasuk pendidikan untuk keluarga Affan juga dijanjikan oleh pihak kepolisian hingga Presiden Prabowo Subianto.