Dnanda Pilih Musik 70-an: karena Kejujuran Lebih Penting dari Tren

Wait 5 sec.

Penyanyi muda Dnanda. Foto: IstimewaBagi musisi muda Dnanda, musik bukan sekadar bunyi yang enak didengar. Baginya, musik adalah ruang paling jujur untuk mengekspresikan diri.Pilihan itu pula yang membuat Dnanda mantap mengusung nuansa musik era 1970-an dalam karya terbarunya. Menurutnya, justru kejujuranlah yang punya kekuatan besar untuk sampai ke hati pendengar."Aku pernah coba menyesuaikan diri dengan tren, pasar, bahkan ekspektasi orang, tapi ternyata enggak bikin aku bahagia," ungkap Dnanda dalam keterangan resminya. Penyanyi muda Dnanda. Foto: IstimewaKini, Dnanda memilih jalan berbeda: tampil lebih apa adanya. Dnanda percaya, karya yang lahir dari hati akan lebih mudah diterima dengan tulus.“Aku sadar, kejujuran itu punya kekuatan tersendiri. Aku percaya, saat kita jujur di karya kita, yang nyampe ke hati pendengar juga lebih dalam. Kalau bisa diterima karena jujur, itu jauh lebih bermakna,” tambahnya.Inspirasi Dnanda banyak datang dari musisi legendaris era 1970–1980-an, mulai dari Rod Stewart, Bryan Adams, Eric Carmen, hingga Peter Cetera. Warna musik mereka memberi napas segar dalam setiap karya yang kini ia hadirkan.Dengan pilihan ini, Dnanda berharap musiknya bisa menghadirkan sesuatu yang berbeda di tengah derasnya tren. Lebih dari itu, ia ingin setiap karya bisa jadi jembatan perasaan antara dirinya dengan para pendengar.Sebelumnya, lagu Dnanda yang mendapat sambutan hangat adalah Benar Salah Hanyalah Salah. Lagu ini dianggap mewakili perasaan banyak orang karena lahir dari keresahan dan keikhlasan yang tulus.