Infeksi parasit pemakan daging. (Timesofindia)JAKARTA - Kasus parasit pemakan daging pada manusia memang sangat jarang terjadi, tetapi kehadirannya menimbulkan ancaman serius baik bagi kesehatan maupun industri peternakan.Parasit ini dikenal dengan nama New World screwworm (Cochliomyia hominivorax), yaitu jenis lalat yang larvanya hidup dengan cara memakan jaringan tubuh yang masih sehat.Gejala Infeksi Parasit Pemakan DagingMenurut laporan, larva screwworm tidak seperti belatung biasa yang hanya memakan jaringan mati. Dilansir dari laman Times of India, larva ini justru menyerang daging manusia, sehingga menimbulkan luka yang makin parah dan menyakitkan.Terdapat belatung yang terlihat pada luka, sensasi gerakan di bawah kulit, bau busuk, pendarahan, dan luka yang memburuk alih-alih sembuh. Infeksi bakteri sekunder dapat menyebabkan demam atau menggigil.Gejala utama yang dapat muncul antara lain:1. Larva atau belatung terlihat langsung di dalam luka.2. Sensasi seperti ada yang bergerak di bawah kulit.3. Bau tidak sedap keluar dari luka.4. Luka berdarah dan makin membesar bukannya sembuh.5. Infeksi lanjutan bisa menyebabkan demam atau menggigil.Dengan gejala seperti ini, deteksi dini sangat penting karena larva dapat cepat menembus lebih dalam dan merusak jaringan tubuh.Faktor Risiko Terinfeksi ScrewwormRisiko infeksi pada manusia memang relatif rendah di wilayah Amerika Serikat, tetapi kasus lebih sering terjadi di negara tropis dan subtropis, termasuk wilayah Amerika Tengah dan Selatan.Beberapa faktor risiko utama adalah:1. Luka terbuka yang tidak ditutup dengan baik - Lalat betina dapat meletakkan telur di luka.2. Bepergian ke daerah wabah - Misalnya El Salvador atau negara lain dengan kasus screwworm pada ternak.3. Kontak dekat dengan hewan ternak - Parasit juga menyerang hewan berdarah panas, sehingga petani dan pekerja ternak berisiko lebih tinggi.4. Keterlambatan perawatan medis - Semakin lama larva dibiarkan, semakin besar kerusakan jaringan.