Meta Pertimbangkan Pakai Model AI Google dan OpenAI untuk Perkuat Fitur Chatbot

Wait 5 sec.

Meta Superintelligence Labs – divisi AI baru Meta (foto: x @MetaSILabs)JAKARTA  – Raksasa teknologi Meta Platforms  dikabarkan sedang mempertimbangkan kerja sama dengan dua rival besar, Google dan OpenAI, untuk meningkatkan kemampuan kecerdasan buatan (AI) di aplikasi-aplikasinya. Laporan ini disampaikan oleh The Information pada Jumat 29 Agustus  dengan mengutip sumber internal perusahaan.Pimpinan di Meta Superintelligence Labs – divisi AI baru Meta – disebut tengah mengeksplorasi integrasi model Gemini milik Google. Model itu akan digunakan untuk memberikan jawaban percakapan berbasis teks bagi pengguna Meta AI, chatbot utama milik perusahaan.Selain Google, pembicaraan juga mencakup kemungkinan memanfaatkan model milik OpenAI untuk memperkuat Meta AI dan fitur-fitur berbasis AI lainnya di aplikasi media sosial Meta seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp.Menurut laporan tersebut, langkah ini dipandang sebagai solusi sementara sambil menunggu pengembangan model AI buatan Meta sendiri. Prioritas Meta saat ini adalah memastikan model generasi berikutnya, Llama 5, mampu bersaing dengan model pesaing di pasar.Meta sudah menggunakan model AI pihak ketiga di beberapa alat internal. Misalnya, karyawan Meta bisa memanfaatkan model buatan Anthropic untuk membantu proses penulisan kode lewat asisten pemrograman internal perusahaan.“Kami mengambil pendekatan ‘all-of-the-above’ untuk membangun produk AI terbaik. Itu termasuk membangun model kelas dunia sendiri, bermitra dengan perusahaan lain, sekaligus membuka teknologi secara open source,” kata juru bicara Meta dalam pernyataan resminya. OpenAI, Google, dan Microsoft (pendukung OpenAI) belum memberikan komentar terkait laporan tersebut.  Awal tahun ini, Meta menggelontorkan dana miliaran dolar untuk merekrut mantan CEO Scale AI, Alexandr Wang, dan mantan CEO GitHub, Nat Friedman, guna memimpin Meta Superintelligence Labs. Selain itu, Meta juga menawarkan paket kompensasi besar-besaran untuk menarik puluhan peneliti AI papan atas.Langkah Meta ini menegaskan semakin ketatnya persaingan teknologi AI, di mana perusahaan besar berupaya memadukan strategi pengembangan internal dengan kemitraan eksternal demi menghadirkan pengalaman AI terbaik bagi pengguna.