Selebgram Rachel Vennya bersama pacarnya, Salim Nauderer, saat mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, (8/11). Foto: RonnyRachel Vennya ikut menanggapi insiden tragis yang menimpa seorang pengendara ojek online atau ojol, Affan Kurniawan, yang tewas usai dilindas rantis polisi. Insiden ini terjadi usai demo di sekitaran kawasan MPR/DPR Senayan berujung ricuh pecah pada Kamis (28/8). Affan tewas usai dilindas rantis yang melaju cepat di kawasan Pejompongan, Jakarta Barat. Dalam postingannya, Rachel memperlihatkan gambar yang bertuliskan 'Who Do You Call When The Police Murders?'. Dalam caption, ibu dua anak ini pun mengaku muak. "Saya merasa malu, muak, kecewa, dan terkhianati oleh pilihan saya sendiri. Saya meminta maaf sebesar-besarnya #RIPJustice," tulisnya. Rachel mengaku bahwa ia sudah lama memendam kekecewaan, namun ia baru berani untuk bersuara dan memihak rakyat. Seperti diketahui, Rachel merupakan salah satu pendukung Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden 2024. "Sudah cukup lama saya memendam kekecewaan, tapi kali ini saya bersuara. Maaf, maaf, maaf," lanjutnya. Sementara dalam broadcast message, Rachel kembali mengungkapkan permintaan maaf. Ia mengakui bahwa dirinya takut untuk bersuara selama ini.IG Rachel Vennya. Kini, mantan istri Okin tersebut mengaku tak akan lagi mendukung siapa pun di dalam DPR maupun pemerintah. "Tidak akan pernah lagi saya mendukung siapa pun di dalam anggota DPR maupun pemerintah. Kecewa dan kekecewaan paling besar ke diri sendiri. Tidak tahu apa yang bisa saya perbuat untuk menolong selain bersuara dan melawan rasa takut," bebernya. Rachel juga mengatakan bahwa ia menerima semua amarah dan caci maki netizen yang ditujukan kepadanya. Ia hanya memastikan bahwa apa yang ditulisnya saat ini, semua datang atas keinginannya sendiri dan bukan paksaan ataupun mendapat fee sebagai buzzer. "Saya terima caci maki terhadap saya, tetapi untuk yang mengatakan saya disuruh atau dibayar, itu fitnah," pungkasnya.