Meta buat penerapan sejumlah langkah pengaman baru pada produk kecerdasan buatan (AI) (foto: x @meta)JAKARTA - Meta Platforms Inc. mengumumkan penerapan sejumlah langkah pengaman baru pada produk kecerdasan buatan (AI) miliknya setelah laporan eksklusif Reuters awal Agustus lalu memicu keprihatinan publik terkait keamanan remaja dalam penggunaan chatbot.Langkah terbaru Meta ini mencakup pelatihan ulang sistem AI agar tidak terlibat dalam percakapan bersifat genit atau menggiring ke arah pembahasan tentang perilaku menyakiti diri sendiri maupun bunuh diri dengan pengguna di bawah umur. Selain itu, Meta juga untuk sementara membatasi akses remaja ke beberapa karakter AI tertentu.Seorang juru bicara Meta, Andy Stone, dalam pernyataan email pada Jumat 29 Agustus mengatakan bahwa kebijakan ini merupakan langkah sementara sambil perusahaan mengembangkan mekanisme jangka panjang demi memastikan pengalaman penggunaan AI yang aman dan sesuai usia bagi remaja. “Pengaman ini sudah mulai diterapkan dan akan terus disesuaikan seiring dengan penyempurnaan sistem kami,” ujar Stone.Langkah ini diambil setelah laporan Reuters mengungkap bahwa chatbot Meta sebelumnya diizinkan berperilaku provokatif, termasuk melakukan percakapan yang bersifat romantis atau sensual dengan pengguna muda. Temuan tersebut memicu gelombang kritik dan sorotan tajam terhadap kebijakan AI Meta.Kasus ini bahkan menarik perhatian politikus Amerika Serikat. Senator Josh Hawley, awal bulan ini, meluncurkan penyelidikan terhadap kebijakan AI perusahaan induk Facebook itu, dengan menuntut dokumen terkait aturan yang membiarkan chatbot berinteraksi secara tidak pantas dengan anak di bawah umur.Kekhawatiran serupa juga disuarakan oleh anggota Kongres baik dari Partai Demokrat maupun Republik, setelah mengetahui adanya dokumen internal Meta yang sebelumnya ditinjau Reuters. Dalam dokumen itu disebutkan aturan yang memperbolehkan chatbot untuk menggoda hingga melakukan role play romantis dengan anak-anak.Meta sendiri telah mengonfirmasi keaslian dokumen tersebut. Namun, perusahaan menegaskan bahwa setelah mendapat pertanyaan dari Reuters, bagian yang kontroversial sudah dihapus. “Contoh dan catatan yang dimaksud keliru, tidak sesuai dengan kebijakan kami, dan telah dihapus,” kata Stone pada awal bulan ini.Dengan langkah pengaman terbaru ini, Meta berusaha menenangkan kekhawatiran publik serta regulator terkait potensi dampak negatif AI terhadap remaja. Namun, pengawasan dari berbagai pihak diperkirakan akan terus berlanjut seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan.