Golkar Nonaktifkan Adies Kadir dari DPR di Tengah Gejolak Publik

Wait 5 sec.

Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir saat memberi keterangan pers di kompleks parlemen, Jakarta. (ANTARA)JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar resmi menonaktifkan Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir, dari jabatannya sebagai anggota Fraksi Golkar di DPR.Keputusan tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, bersama Sekretaris Jenderal Muhammad Sarmuji di Jakarta pada Minggu, 31 Agustus 2025.“Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar secara resmi menonaktifkan saudara Adies Kadir sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, terhitung sejak Senin, 1 September 2025,” ujar Sarmuji dalam pernyataan video yang dikonfirmasi di Jakarta.Menurut Sarmuji, langkah ini diambil dengan memperhatikan suara publik yang berkembang belakangan ini.“Aspirasi rakyat tetap menjadi acuan utama perjuangan Partai Golkar. Seluruh kiprah partai sesungguhnya merupakan kristalisasi dari semangat kerakyatan yang berlandaskan pada cita-cita nasional sebagaimana termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945,” jelasnya.Golkar juga menyampaikan rasa duka mendalam atas meninggalnya warga sipil dalam sejumlah peristiwa yang terjadi saat menyuarakan aspirasi. Karena itu, penonaktifan Adies Kadir disebut sebagai langkah penegakan disiplin serta etika bagi kader partai yang duduk di DPR.Sebelumnya, gelombang unjuk rasa mewarnai kawasan DPR sejak 25 Agustus 2025. Aksi tersebut menyoroti penolakan terhadap besarnya tunjangan anggota DPR. Dua hari kemudian, pada Kamis (28/8), situasi memanas ketika seorang pengemudi ojek daring bernama Affan Kurniawan (21) tewas setelah terlindas kendaraan taktis Brimob Polri di Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat.Peristiwa tersebut terjadi usai demonstran dipukul mundur aparat dari sekitar kompleks parlemen Senayan. Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim mengungkapkan bahwa tujuh anggota Brimob yang diduga berada di dalam kendaraan rantis kini tengah diperiksa dalam proses penyelidikan internal.Kematian Affan memicu aksi susulan, termasuk unjuk rasa ratusan massa dan pengemudi ojek daring di depan Mako Brimob, Kwitang, Jakarta Pusat. Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri kemudian merilis identitas tujuh anggota Brimob yang diduga terlibat, yakni Aipda M Rohyani, Briptu Danang, Bripda Mardin, Baraka Jana Edi, Baraka Yohanes David, Bripka Rohmat, dan Kompol Cosmas Kaju.