Menteri Maman Bicara Besarnya Potensi Pasar China untuk UMKM RI

Wait 5 sec.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam wawancara di China Global Television Network. Foto: KBRI BeijingMenteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menjadi salah satu narasumber dalam wawancara bersama Ioana Gomoi di China Global Television Network (CGTN), bagian dari China Media Group. Agenda itu dinilai menunjukkan perhatian yang cukup besar dari media utama China terhadap kunjungan Menteri Maman, khususnya terkait peran UMKM dalam hubungan ekonomi Indonesia-China.Berdasarkan keterangan tertulis dari KBRI Beijing, dalam wawancara tersebut, Maman menyoroti besarnya potensi pasar China bagi UMKM Indonesia. Dengan jumlah konsumen yang besar dan preferensi yang beragam, China membuka peluang bagi produk-produk Indonesia, terutama yang unik dan memiliki karakter dan nilai budaya.Meski begitu, Maman menekankan keberhasilan di pasar China tidak bersifat otomatis. Pemahaman terhadap budaya lokal menjadi faktor penting. Preferensi konsumen, kebiasaan, serta cara produk dikemas dan dipresentasikan akan sangat memengaruhi penerimaan pasar.Menteri Maman juga menyampaikan bahwa produk Indonesia perlu melalui proses penyesuaian. Adaptasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari rasa, kemasan, hingga strategi pemasaran. Dalam hal ini, UMKM dinilai memiliki keunggulan karena lebih fleksibel dalam menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar.Menteri UMKM Maman Abdurrahman saat wawancara dengan China Global Television Network. Foto: KBRI BeijingHal yang disampaikan Maman dalam wawancara tersebut merespons kebijakan China yang dikenal sebagai 'high-quality opening up'. Kebijakan ini menekankan keterbukaan ekonomi yang tidak hanya memperluas akses pasar ke China selaku negara dengan jumlah populasi terbesar kedua di dunia dan kelas menengah terbesar dunia. Lebih dari itu, hal ini juga tentang meningkatkan kualitas kerja sama, standar produk, dan tingkat integrasi dengan pasar domestik China.Dalam konteks tersebut, UMKM Indonesia memiliki peluang untuk terlibat lebih dalam dalam ekosistem ekonomi China. Namun, peluang tersebut juga diiringi dengan tuntutan untuk meningkatkan kualitas, memahami pasar, dan beradaptasi secara berkelanjutan. Mitra lokal dinilai bisa memainkan peran kunci.