Perahu-perahu di Selat Hormuz di Selat Hormuz di tengah konflik AS-Israel dengan Iran seperti terlihat dari Musandam, Oman, Senin (2/3/2026). Foto: Amr Alfiky/REUTERSGencatan senjata antara Iran-Amerika Serikat (AS) telah berlaku selama 2 hari. Salah satu poin gencatan senjata adalah dibukanya kembali Selat Hormuz oleh Iran. Lalu lintas perairan Selat Hormuz pun perlahan pulih. Namun, hingga Kamis (9/4) malam waktu Iran, hanya ada 10 kapal yang melintasi Selat Hormuz. AFP melaporkan, Kapal-kapal itu terdiri dari 4 tanker dan 6 kapal curah. AFP mengambil laporan dari pemantauan maritim Kpler, dan mendapat data hanya sebuah Kapal yakni 'MSG' yang bukan Kapal Iran. Kapal itu berbendera Gabon, membawa 7.000 ton BBM dari Uni Emirat Arab dan bertujuan ke India. Sebuah perahu mendekati kapal kontainer Marsa Victory berbendera St Kitts dan Nevis saat berlayar di perairan Selat Hormuz di lepas pantai Khasab di semenanjung Musandam utara Oman pada 25 Juni 2025. Foto: Giuseppe Cacace/AFPSementara lusinan kapal lain sedang dalam perjalanan mengarah ke Selat Hormuz. Mereka adalah kapal-kapal dengan tujuan Iran, atau berbendera negara-negara yang tak punya sikap bermusuhan dengan Iran. Ini adalah salah satu indikasi utama, gencatan senjata telah mencapai hasilnya. "Lalu lintas kapal sepertinya berada di kisaran 10-15 kapal per hari jika gencatan senjata bisa terjaga," kata Ana Subasic, analis dari Kpler. Iran Beri Rute Alternatif Bagi Kapal Untuk Hindari Ranjau LautUntuk memperlancar lalu lintas perkapalan Selat Hormuz, militer Iran atau IRGC memberikan rute alternatif agar kapal-kapal ini terhindar dari ranjau laut yang mereka sebar. Rute nya, kapal-kapal diminta untuk mendekati Pulau Larak.Pulau ini berada di sebelah selatan Bandar Abbas. Lalu, IRGC juga menyebut, kapal-kapal hanya bisa melintas dengan aman jika berkolaborasi dengan Angkatan Laut Iran.