Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio, dan Komersial PHE Edi Karyanto dalam Media Gathering Pertamina Hulu Energi di Batu, Malang, Kamis (9/4/2026). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparanPT Pertamina Hulu Energi (PHE) memprediksi harga minyak mentah dunia akan berada di level lebih tinggi dibandingkan capaian periode Januari-Maret 2026. Tren kenaikan ini diperkirakan masih berlanjut hingga akhir tahun.Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio, dan Komersial PHE, Edi Karyanto, mengatakan pergerakan harga minyak memang sangat dinamis dan sulit ditebak. Namun, ia melihat adanya indikasi kuat bahwa harga ke depan akan melampaui kisaran saat ini yang berada di sekitar USD 100 per barel.“Kemungkinan besar akan lebih tinggi dari realisasi Januari, Februari, Maret ini. Dan mungkin sampai Desember akan lebih improve,” kata Edi dalam acara media gathering di Batu, Malang, Kamis (9/4).PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Foto: Dok. PertaminaEdi menjelaskan sejumlah faktor eksternal menjadi penentu utama arah harga minyak global, di antaranya adalah dinamika geopolitik, seperti konflik di kawasan Timur Tengah hingga gangguan distribusi di jalur strategis seperti Selat Hormuz.Situasi tersebut membuat proyeksi harga minyak sangat bergantung pada kondisi global yang berada di luar kendali pelaku industri.Di tengah potensi kenaikan harga itu, PHE justru melihat adanya peluang untuk meningkatkan kinerja. Edi menyebut harga minyak yang lebih tinggi membuat sejumlah rencana kerja yang sebelumnya tertunda kini menjadi lebih layak secara ekonomi untuk dijalankan.“Momentum ini justru bagus untuk kita menaikkan produksi. Rencana kerja yang sebelumnya masih pending atau menunggu prioritas, sekarang bisa lebih visible dan ekonomis untuk dieksekusi,” ungkap Edi.