BorneoFlash.com, SAMARINDA - Perbincangan mengenai alokasi anggaran lebih dari Rp25 miliar untuk renovasi rumah jabatan (rujab) serta fasilitas kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) masih terus menjadi sorotan. Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, menyatakan bahwa dirinya belum mengetahui secara rinci terkait penggunaan anggaran tersebut.Ia menjelaskan bahwa secara kelembagaan DPRD memang telah membahas alokasi anggaran tersebut. Namun, secara pribadi dirinya mengaku belum menelaah secara mendalam rincian peruntukan dana yang kini menjadi perhatian publik.“Terkait total anggaran Rp25 miliar untuk renovasi rumah jabatan yang saat ini menjadi sorotan, saya belum terlibat secara langsung dan belum menelusuri rinciannya,” ujarnya, pada Rabu (8/4/2026).Hasanuddin juga mengakui bahwa informasi mengenai detail kegiatan dalam anggaran tersebut masih tergolong baru baginya. Oleh karena itu, ia berencana melakukan penelusuran dengan meminta penjelasan dari pihak terkait mengenai jenis pekerjaan yang dilaksanakan.“Secara pribadi, saya akan terlebih dahulu memeriksa kegiatan apa saja yang dilakukan, baik pembangunan maupun perbaikan rumah jabatan. Setelah itu, pihak-pihak terkait akan kami panggil untuk dimintai penjelasan,” katanya.Pernyataan tersebut muncul seiring adanya informasi bahwa sejumlah anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kaltim disebut belum menerima dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara lengkap terkait proyek renovasi tersebut.Menanggapi hal tersebut, Hasanuddin menyampaikan bahwa pihaknya memilih bersikap hati-hati sebelum memberikan kesimpulan. Ia menegaskan akan melakukan pengecekan lebih lanjut untuk memastikan kondisi sebenarnya.“Saya belum memperoleh informasi secara lengkap, baik secara pribadi maupun kelembagaan. Karena itu, kami akan melakukan pengecekan kembali sebelum menyampaikan kesimpulan,” tegasnya. (*)