Redam Gejolak Harga Energi, AS Kemungkinan Perpanjang Izin Beli Minyak Rusia

Wait 5 sec.

Pabrik penyulingan minyak Rosneft di kota Gubkinsky di Siberia barat, Rusia pada 2 Juni 2006. Foto: Delphine Thouvenot/AFPPresiden AS Donald Trump dikabarkan segera memperpanjang izin yang memungkinkan sejumlah negara tetap membeli minyak dan produk minyak Rusia yang sebelumnya terkena sanksi.Mengutip Reuters pada Sabtu (11/4), Departemen Keuangan AS sebelumnya telah memberikan izin pembelian minyak Rusia melalui jalur laut sejak pertengahan Maret dengan masa berlaku 30 hari, yang akan berakhir pada 11 April. Perpanjangan ini diperkirakan bakal diumumkan secepatnya.Keputusan ini disebut sebagai bagian dari strategi untuk menjaga stabilitas harga energi global, terutama setelah konflik menyebabkan gangguan besar pada pasokan minyak dunia. Penutupan sebagian Selat Hormuz, jalur penting yang sebelumnya dilalui sekitar 20 persen distribusi minyak dan gas dunia yang memicu lonjakan harga energi secara signifikan.Utusan Presiden Rusia, Kirill Dmitriev, sebelumnya menyebut izin awal tersebut berpotensi membebaskan sekitar 100 juta barel minyak mentah Rusia, setara dengan hampir satu hari produksi global.Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent dilaporkan telah bertemu dengan Trump di Gedung Putih untuk membahas perpanjangan izin, dan keduanya sepakat langkah itu memang diperlukan.Namun, kebijakan ini memicu kritik luas, baik dari dalam negeri maupun sekutu internasional. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menegaskan saat ini bukan waktu yang tepat untuk melonggarkan sanksi terhadap Rusia.Ilustrasi Gedung Putih, Amerika Serikat. Foto: ShutetrstockDi dalam negeri AS, sejumlah anggota parlemen dari kedua partai juga menentang langkah tersebut. Senator Partai Republik, Jerry Moran, sebelumnya memperingatkan mengenai izin tersebut."Pencabutan sanksi minyak sekarang menguntungkan negara-negara yang ingin mencelakai kita," ucap Jerry Moran.Jerry menyebut, Iran dan Rusia bekerja sama dalam mengancam keselamatan warga AS dan dunia.Dari kubu Demokrat, Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer dan Senator Jeanne Shaheen juga menyampaikan penolakan keras terhadap rencana tersebut."Masih jauh dari jelas apakah langkah luar biasa berupa pelonggaran sanksi terhadap Rusia memberikan keringanan bagi konsumen AS atau meredakan krisis energi global," katanya.Mereka juga menyoroti Rusia tetap melancarkan serangan ke Ukraina, termasuk serangkaian serangan besar pada akhir Maret.Selain Rusia, AS juga sebelumnya memberikan izin sementara terhadap minyak Iran sejak 20 Maret, yang turut menuai kritik serupa. Di sisi lain, negara seperti India yang sangat bergantung pada impor energi dan rentan terhadap lonjakan harga, berharap kebijakan ini diperpanjang demi menjaga stabilitas pasokan.