Ilustrasi harga emas yang bersifat fluktuatif. Foto: Shutter StockHarga emas dunia bergerak fluktuatif karena pelaku pasar mencermati arah gencatan senjata yang masih tidak pasti di tengah rencana pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran akhir pekan ini.Mengutip Bloomberg, harga logam mulia itu bertahan di sekitar USD 4.755 per ounce setelah laporan New York Post menyebut Presiden AS Donald Trump tengah menyiapkan opsi militer apabila negosiasi damai di Pakistan tidak membuahkan hasil. Sepanjang pekan ini, emas berpeluang mencatat kenaikan untuk ketiga kalinya secara beruntun, dengan potensi naik sekitar 1,6 persen.Trump juga memperingatkan Iran agar “better stop” mengenakan biaya bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz. Pernyataan itu muncul setelah sebelumnya kedua pihak sepakat membuka jalur pelayaran strategis tersebut dalam kerangka gencatan senjata awal pekan ini. Pembahasan menuju kesepakatan damai jangka panjang dijadwalkan dimulai Sabtu di Islamabad dengan kendali atas selat tersebut masih menjadi posisi tawar utama Iran.Emas Mulai Pulih di Tengah Ketidakpastian Gencatan SenjataIlustrasi peta Iran dan Azerbaijan. Foto: ShutterstockSejak konflik Iran pecah, harga emas tercatat sudah turun sekitar 10 persen. Dari sisi ekonomi, data terbaru AS pada Jumat menunjukkan lonjakan harga konsumen tertinggi sejak 2022. Namun, inflasi inti yang menjadi acuan utama Federal Reserve, masih tergolong terkendali. Imbal hasil obligasi naik tipis, sementara pergerakan dolar relatif stabil. Meski begitu, pasar tetap memperkirakan adanya pemangkasan suku bunga tahun ini. Penurunan suku bunga biasanya mendukung harga emas karena tidak memberikan imbal hasil.Selain itu, permintaan emas juga ditopang oleh aksi akumulasi dari sejumlah bank sentral besar dunia. Bank sentral Polandia tetap menargetkan cadangan emas mencapai 700 ton. Sementara itu, China memanfaatkan pelemahan harga dengan menambah sekitar 5 ton emas pada Maret, yang menjadi pembelian bulanan terbesar dalam lebih dari setahun.ANZ Bank memperkirakan koreksi harga yang terjadi belakangan ini akan mendorong peningkatan pembelian, dengan total akumulasi bank sentral secara global pada tahun ini diprediksi mencapai sekitar 850 ton.Pada perdagangan terbaru, harga emas spot turun 0,3 persen menjadi USD 4.753,78 per ounce pada pukul 16.04 waktu New York. Perak naik 1,2 persen ke level USD 76,24 per ounce, sementara platinum dan palladium terkoreksi. Indeks Bloomberg Dollar Spot juga turun tipis 0,1 persen.