Iran Tuduh Tuntutan AS Tak Masuk Akal, Perundingan Damai 21 Jam Gagal

Wait 5 sec.

Seorang pejabat Pakistan berdiri saat menyambut kedatangan JD Vance untuk pembicaraan perdamaian AS-Iran di , Sabtu (11/4/2026). Foto: Jacquelyn Martin/POOL/AFPIran menyatakan perundingan damai dengan Amerika Serikat (AS) di Islamabad, Pakistan, gagal karena tuntutan Washington dinilai tidak masuk akal.Pernyataan Iran soal gagalnya negosiasi ini disampaikan pada Minggu (12/4), menegaskan konflik masih buntu di tengah perang yang terus memanas di Timur Tengah.Media pemerintah Iran, IRIB, menyebut delegasi Teheran sudah berupaya maksimal selama perundingan yang berlangsung maraton."Delegasi Iran bernegosiasi secara terus-menerus dan intensif selama 21 jam untuk melindungi kepentingan nasional rakyat Iran, namun tuntutan tidak masuk akal dari pihak Amerika menghalangi kemajuan negosiasi," tulis IRIB via Telegram, seperti dilansir AFP.Menurut Iran, berbagai inisiatif telah diajukan selama perundingan, namun tidak direspons secara konstruktif oleh pihak AS sehingga pembicaraan berakhir tanpa hasil.Isu utama yang menjadi sumber kebuntuan mencakup program nuklir Iran dan kontrol atas Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.Saling CurigaDi sisi lain, Wakil Presiden AS JD Vance mengeklaim Washington sudah memberikan "tawaran terbaik" kepada Iran, namun belum melihat komitmen tegas dari Teheran terkait penghentian pengembangan senjata nuklir."Kami meninggalkan tempat ini dengan proposal yang sangat sederhana, tawaran terbaik dan terakhir kami. Kita lihat apakah Iran akan menerimanya," kata Vance.Meski begitu, Iran tetap menunjukkan sikap curiga terhadap AS, terutama berdasarkan pengalaman negosiasi sebelumnya yang dinilai kerap berakhir tanpa hasil."Pengalaman kami bernegosiasi dengan Amerika selalu berujung pada kegagalan dan janji yang dilanggar," kata Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf Foto: MAJID ASGARIPOUR/REUTERSMenurut AFP, negosiasi ini merupakan pertemuan tingkat tinggi pertama antara kedua negara dalam beberapa dekade, namun berakhir tanpa kesepakatan setelah perbedaan posisi yang terlalu jauh.Perundingan berlangsung di tengah gencatan senjata atas konflik yang pecah sejak 28 Februari, ketika serangan AS dan Israel ke Iran memicu balasan dari Teheran dan mengguncang stabilitas kawasan serta ekonomi global.