Cara Cek BPOM dan Tips Aman Beli Obat Online

Wait 5 sec.

Foto oleh Pixabay: https://www.pexels.com/id-id/foto/kemasan-blister-label-20-mg-208512/Beli obat online kini jadi pilihan cepat saat kamu butuh obat atau vitamin. Kamu cukup buka marketplace, ketik nama obat, lalu pilih harga termurah. Masalahnya, tidak semua produk itu aman. Kasus obat palsu masih tinggi dan sering tidak disadari. Karena itu, kamu perlu paham cara memastikan keamanan obat sebelum membeli.Namun, apakah kamu pernah mempertanyakan: apakah obat tersebut benar-benar asli?Ini bukan untuk menimbulkan rasa takut, tetapi sebuah kenyataan yang harus kita hadapi bersama. Obat palsu bukanlah masalah yang hanya terjadi di negara-negara berkembang atau di pasar yang tidak resmi. Pada era maraknya belanja online, siapa pun bisa menjadi korban tanpa menyadarinya.Seberapa Nyata Ancaman Ini?Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hampir 10,5% obat-obatan yang beredar di seluruh dunia berada di bawah standar atau dipalsukan.Di kawasan Asia Tenggara, situasinya lebih mengkhawatirkan. Sebuah studi yang dikutip dalam Pharmaceutical Journal STIKES Sambas (2025) menemukan bahwa antara 38% hingga 53% obat yang dijual di apotek dan toko obat di kawasan ini merupakan produk palsu atau substandar bahkan ada yang sudah dilengkapi stiker hologram tiruan.Di Indonesia sendiri, BPOM mencatat sepanjang Januari–November 2024, ditemukan 271 kasus obat dan makanan ilegal dengan nilai ekonomi mencapai Rp483 miliar. Sebanyak 113 kasus di antaranya berkaitan langsung dengan produk farmasi termasuk obat tidak terdaftar, obat substandar, dan obat palsu.Obat Apa Saja yang Paling Sering Dipalsukan?Berdasarkan hasil pengawasan intensif BPOM hingga awal 2026, terdapat 8 produk yang paling rawan dipalsukan di pasaran, yaitu: Viagra, Cialis (obat disfungsi ereksi), Ventolin Inhaler (asma), Dermovate krim dan salep, Ponstan, Tramadol Hydrochloride, Hexymer, dan Trihexyphenidyl Hydrochloride.Obat-obat ini dipilih para pemalsu karena permintaan tinggi, harga jual menggiurkan, dan keluhan konsumen atas efek negatifnya sering kali minim atau datang terlambat.Kenali Tanda-Tanda Obat yang Patut DicurigaiMenurut pedoman teknis BPOM (2020), identifikasi obat palsu secara fisik dapat dilakukan dengan memperhatikan pola cetakan blister/sterip, kualitas kemasan, konsistensi label, hingga kesesuaian nomor batch. Penyimpanan yang tidak sesuai, seperti perubahan warna atau kebocoran juga bisa menjadi tanda produk substandar.Secara praktis, berikut tanda peringatan yang bisa langsung kamu cek:Harga jauh di bawah harga pasaran yang wajarKemasan buram, tulisan tidak tegas, atau ada kesalahan ejaanTidak ada nomor izin edar BPOM (awalan TR, SD, FF, atau MD)Tanggal kedaluwarsa tidak jelas atau seperti ditempel ulangKlaim berlebihan seperti "ampuh 100%" atau "sembuh dalam 1 hari"Dijual tanpa resep untuk obat keras yang seharusnya perlu resepBPOM mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan prinsip CekKLIK: periksa Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli atau mengonsumsi obat. Verifikasi nomor izin edar bisa dilakukan melalui cekbpom.pom.go.id atau aplikasi BPOM Mobile. Risikonya Bukan Sekadar Rugi UangBPOM menegaskan bahwa obat palsu bisa tidak mengandung zat aktif sama sekali, mengandung bahan yang keliru, atau memiliki dosis yang tidak sesuai standar. Dampaknya bukan hanya kegagalan pengobatan melainkan keracunan, efek samping berat, resistensi obat, ketergantungan, hingga kematian.Jurnal ilmiah dari NCBI (Pathak et al., 2023) berjudul Tackling Counterfeit Drugs: The Challenges and Possibilities memperkuat temuan ini, bahwa obat palsu merupakan ancaman multidimensi medis, ekonomi, dan sosial yang memerlukan pendekatan lintas sektor.Tips Aman Beli Obat OnlineBeli hanya di apotek online berstatus PSEF (Penyelenggara Sistem Elektronik Farmasi) berlisensi KemenkesVerifikasi nomor izin edar di cekbpom.pom.go.id atau aplikasi BPOM MobileHindari membeli obat keras tanpa resep dokter, meski penjual memperbolehkanCuriga jika harga terlalu murah, obat bermerek memiliki harga pasar yang relatif stabilJika menemukan indikasi obat palsu, laporkan ke HALOBPOM 1-500-533Belanja obat online memang praktis, tetapi kepraktisan tidak boleh mengalahkan keselamatan. Selangkah kecil untuk mengecek izin edar, membandingkan harga, memilih platform terpercaya bisa membuat perbedaan besar bagi kesehatan kamu dan keluarga.Ingat: obat bukan sekadar produk biasa, dia masuk ke dalam tubuhmu. Pastikan yang masuk adalah yang benar-benar asli.