DTSEN Diperbarui Tiap 3 Bulan agar Bansos dan Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

Wait 5 sec.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul (kedua kiri) dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti (kedua kanan) di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparanKementerian Sosial memastikan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) terus dimutakhirkan secara berkala setiap tiga bulan untuk meningkatkan ketepatan penyaluran bantuan sosial (bansos), sekaligus menjadi dasar program Sekolah Rakyat.Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang kerap disapa Gus Ipul, mengatakan pemutakhiran rutin DTSEN menjadi kunci agar data penerima bansos semakin akurat dan minim kesalahan.“Penyaluran bansos berbasis pada DTSEN yang terus dimutakhirkan setiap tiga bulan sekali. Alhamdulillah DTSEN semakin solid dan error-nya terus menurun,” kata Gus Ipul di Kantor Kemensos, Salemba, Jakarta Pusat, Senin (13/4).Aktivitas keseharian siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 9 Kota Bandung di sekolah dan asrama. Foto: Dok. Humas SRMP 9 BandungGus Ipul menjelaskan, pada triwulan kedua 2026, Kemensos telah menerima DTSEN versi terbaru lebih cepat dari biasanya. Jika sebelumnya data diterima setiap tanggal 20, kini bisa diterima pada tanggal 10 sehingga mempercepat proses penyaluran bansos.“Ini kesepakatan bersama agar penyaluran bisa lebih cepat. Kita bisa terima 10 hari lebih awal,” ujarnya.Menurut Gus Ipul, DTSEN hasil pemutakhiran tidak hanya digunakan untuk penyaluran bansos triwulan kedua, tetapi juga menjadi basis penjangkauan siswa Sekolah Rakyat.“Yang ada adalah penjangkauan (bukan pendaftaran) berbasis DTSEN, khususnya untuk masyarakat di desil 1 dan desil 2,” jelasnya.Selain itu, pemadanan data DTSEN dengan data kependudukan dari Direktorat Jenderal Dukcapil juga terus diperkuat guna memastikan validitas data penerima manfaat.Perbaikan secara NasionalMenteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparanDalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan pemutakhiran DTSEN versi kedua 2026 mencakup perbaikan data individu dan keluarga secara nasional.Jumlah data keluarga dalam DTSEN meningkat dari 95 juta menjadi 95,3 juta keluarga, sementara data individu bertambah dari 289 juta menjadi 289,3 juta jiwa.“Pemutakhiran ini mencakup data kematian, kelahiran, hingga reaktivasi NIK dan kartu keluarga,” ujar Amalia.Ia juga mengungkapkan tingkat inclusion error dalam penyaluran bansos tergolong sangat kecil, yakni hanya 11.014 keluarga atau sekitar 0,06 persen dari total 18,15 juta penerima bansos pada triwulan pertama.“DTSEN semakin rapi dan solid karena kami bisa membersihkan penerima yang seharusnya tidak mendapatkan bansos,” katanya.Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) ketika meninjau penyaluran BLTS di Kantor Pos Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (10/12/2025). Foto: Amira Nada/kumparanKemensos menargetkan penyaluran bansos triwulan kedua mulai berjalan pada minggu ketiga April 2026, dengan proses pencairan dilakukan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan PT Pos Indonesia. Penyaluran ditargetkan rampung paling lambat akhir bulan.