BorneoFlash.com, JAKARTA - Ditjen Migas Kementerian ESDM memastikan pasokan BBM dan LPG nasional tetap aman di tengah dinamika geopolitik global.Sekretaris Ditjen Migas Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam menyatakan pemerintah telah menyiapkan langkah strategis untuk menjaga ketahanan energi. “Dengan mitigasi yang kami lakukan, pasokan BBM dan LPG saat ini aman,” ujarnya dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta.Pemerintah mengalihkan sumber impor dari Timur Tengah ke Amerika, Afrika, Asia, dan ASEAN. Pemerintah juga mengatur konsumsi BBM dan LPG bersama BPH Migas serta menginstruksikan KKKS memprioritaskan minyak mentah dalam negeri untuk kilang nasional.Selain itu, pemerintah mengoptimalkan kilang domestik, menambah pasokan LPG dari impor dan produksi dalam negeri, serta mengalihkan sebagian LPG industri untuk kebutuhan LPG 3 kg.BPH Migas melaporkan stok BBM nasional dalam kondisi aman. Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyebut ketahanan stok Pertalite 18,1 hari, Pertamax 22,1 hari, Pertamax Turbo 46,5 hari, solar 16,5 hari, Pertamina Dex 64,5 hari, dan avtur 28,1 hari. Ia juga memastikan distribusi BBM selama Ramadhan dan Idul Fitri 2026 berjalan lancar.Pemerintah mencatat kebutuhan LPG nasional mencapai 26 ribu metrik ton per hari hingga Februari 2026 dan masih mengandalkan impor hingga 83,97 persen. Pemerintah terus meningkatkan produksi domestik melalui pembangunan fasilitas baru.Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyebut sejumlah proyek LPG mulai beroperasi pada 2026, termasuk di Cilamaya dan mini LNG/LPG plant. Pemerintah juga merencanakan pembangunan fasilitas di Jambimerang, Senoro, serta perluasan kapasitas di Jawa Timur, ditambah komitmen suplai dari Jepang melalui proyek Inpex di Australia.Dengan langkah tersebut, pemerintah memastikan pasokan BBM dan LPG tetap terjaga untuk mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian nasional. (*)