Tak Sekadar Speedboat, Armada Baru BPBD Samarinda Siap Hadapi Situasi Darurat

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, SAMARINDA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda menegaskan bahwa pengadaan satu unit speedboat dengan nilai Rp1,69 miliar bukanlah pembelian kapal biasa. Armada tersebut disiapkan secara khusus sebagai kapal penyelamat (rescue), bukan sebagai sarana transportasi penumpang seperti speedboat komersial pada umumnya.Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso, menjelaskan bahwa aspek spesifikasi teknis menjadi pertimbangan utama dalam proses pengadaan. Hal ini disesuaikan dengan karakteristik Sungai Mahakam yang memiliki arus deras serta aktivitas pelayaran yang padat, sehingga membutuhkan armada yang kuat dan memiliki respons cepat.“Sejak awal, kapal ini dirancang khusus untuk mendukung kegiatan penyelamatan, bukan sebagai kapal angkutan penumpang. Selain itu, armada ini dilengkapi perangkat navigasi yang memang diperuntukkan bagi operasi rescue,” ujar Warso, pada Rabu (8/4/2026).Proses pengadaan dilakukan melalui mekanisme e-katalog dengan melibatkan penyedia dari wilayah Sidoarjo, Surabaya. Metode tersebut dipilih sebagai langkah menjaga transparansi sekaligus memastikan hasil produksi memenuhi standar kebutuhan operasional di lapangan.Merujuk pada dokumen spesifikasi teknis, kapal ini termasuk dalam kategori Rigid Hull Aluminium Boat dengan panjang 7 meter, lebar 2,2 meter, serta tinggi lambung 0,7 meter. Kapal tersebut juga memiliki draft 0,35 meter yang memungkinkan manuver lebih stabil di perairan sungai sekaligus meningkatkan ketahanan terhadap benturan.Dari sisi performa, speedboat ini dilengkapi dua mesin outboard berdaya masing-masing 85 HP. Dengan dukungan mesin tersebut, kapal mampu mencapai kecepatan operasional sekitar 28 hingga 30 knot, sehingga memungkinkan penanganan keadaan darurat dilakukan secara lebih cepat.Kapasitas maksimal armada ini mencapai tujuh orang. Namun, desain ruang di dalam kapal lebih difokuskan untuk mendukung mobilitas tim penyelamat serta penempatan peralatan evakuasi, bukan untuk mengangkut penumpang dalam jumlah besar.Warso menambahkan bahwa penggunaan material aluminium menjadi salah satu pembeda utama dibandingkan speedboat konvensional yang umumnya menggunakan bahan fiber.“Pemilihan material aluminium marine dilakukan karena memiliki daya tahan yang lebih tinggi terhadap benturan serta dinilai lebih aman untuk mendukung kegiatan penyelamatan di perairan seperti Sungai Mahakam,” jelasnya.Ke depan, speedboat ini akan dimanfaatkan untuk dua fungsi utama. Pertama, mendukung kegiatan pencarian dan pertolongan terhadap korban kecelakaan air di wilayah Sungai Mahakam. Kedua, digunakan dalam patroli pengamanan berbagai kegiatan masyarakat yang berlangsung di kawasan tepian sungai.Beberapa agenda besar seperti Festival Mahakam, Festival Karang Mumus, serta pengamanan malam pergantian tahun di kawasan Teras Samarinda dan sepanjang tepian Sungai Mahakam menjadi kegiatan yang membutuhkan pengawasan intensif di wilayah perairan.Dengan dukungan spesifikasi tersebut, BPBD Kota Samarinda optimistis kehadiran armada baru ini akan meningkatkan kecepatan respons serta efektivitas penanganan kondisi darurat di kawasan sungai.“Diharapkan armada ini dapat menjadi sarana utama dalam mendukung operasi penyelamatan di Kota Samarinda, khususnya di wilayah perairan yang selama ini tergolong rawan,” tutup Warso. (*)