Dokumentasi pribadi.Seperti yang kita ketahui, filsafat ialah ilmu untuk memahami sesuatu hingga ke esensi terdalamnya, atau bisa kita sebut berpikir hingga ke akar akarnya. Dengan berfilsafat seseorang tidak akan menerima informasi secara mentah – mentah dia akan kembali mempertanyakan, apakah informasi yang dia terima itu benar benar sesuai dengan realitasnya atau Cuma sekadar hoaks belaka.Semakin berkembangnya zaman informasi bisa sangat mudah sekali kita dapatkan, dimulai dari sosial media, artikel, dan surat kabar lainnya. Tapi pertanyaannya, apakah informasi yang kita dapatkan itu benar benar fakta atau sekadar hoaks semata? Dengan berfilsafat seseorang itu akan memikirkan sesuatu secara mendalam atau sangat matang, dia tidak akan mudah termakan berita palsu yang banyak tersebar di media mana pun. Karena berita palsu yang beredar sekarang itu sangat berbahaya, salah satu efek buruk dari berita palsu itu akan menjadi fitnah.lebih dari itu, berfilsafat bukan hanya sekadar menolak hoaks semata, tapi juga berfilsafat itu akan membentuk cara pandang untuk anak muda agar bisa berpikir rasional dan bertanggung jawab. Anak muda yang membiasakan dirinya untuk berpikir secara filosofis agar mampu menimbang segala sesuatu persoalan dari berbagai jenis sudut pandang, dia akan berpikir secara jernih, tidak mudah panik atau tergesa gesa dalam mengambil segala keputusan, serta lebih jauh lagi dia juga tidak akan mudah terprovokasi oleh emosi yang hanya datang sesaat.Dalam konteks kehidupan sosial, berfilsafat ini sangatlah penting agar generasi muda itu tidak mudah terjebak dalam fanatisme yang sempit, ujaran kebencian, maupun segala macam polarisasi yang dapat memecah belah masyarakat.Di sisi lain juga filsafat juga melatih pola pikir anak muda untuk bisa memahami dirinya sendiri. Dengan berfilsafat, seseorang itu diajak bertanya pada dirinya sendiri, dimulai dari siapakah dirinya, apa tujuan hidupnya, dan nilai – nilai apa yang seharusnya menjadi pegangan dia. Pertanyaan – pertanyaan yang sangat mendasar seperti ini sering kali diabaikan di tengah arus kehidupan modern yang serba praktis, cepat, dan pragmatis ini. Padahal, tanpa pemahaman diri yang kuat, anak muda akan gampang kehilangan arah dan akan mudah terombang ambing oleh keadaan lingkungannya.Oleh sebab itu, filsafat perlu dihadirkan lagi sebagai bagian dari kehidupan sehari – hari anak muda, bukan sebagai ilmu yang menakutkan dan dianggap menyesatkan. Solusi paling sadar yang harus dilakukan ialah membiasakan diri untuk bertanya secara kritis terhadap segala sesuatu yang kita dengar, baca, dan lihat. Filsafat itu tidak selalu dimulai dari berbagai istilah yang rumit dan berbagai macam buku tebal yang membosankan, melainkan keberanian untuk bertanya “mengapa” “untuk apa” dan “bagaimana” terhadap realitas yang sedang kita hadapi. Dengan kebiasaan bertanya seperti itu, anak muda ke depannya akan terlatih untuk tidak menerima segala sesuatu secara pasif, tetapi dia akan terbiasa mengolah sesuatu dengan akal sehatnya.Selain itu juga, anak muda juga perlu diperkenalkan pada filsafat secara kontekstual dan relevan dengan segala persoalan zaman. Filsafat itu tidak boleh hanya sekadar membahas tokoh – tokoh lama dan aliran, tetapi juga filsafat ini harus dihubungkan dengan realitas konkret seperti membahas mengenai keadilan sosial, krisis lingkungan, hingga persoalan identitas dan makna hidup. Dengan cara pendekatan yang seperti ini diharapkan filsafat itu akan menjadi lebih hidup, bukan sekadar wacana akademik yang jauh dari kenyataan.Harapannya, filsafat akan membantu anak muda supaya bisa berpikir hingga akar persoalan, sehingga tidak akan mudah menerima informasi secara mentah tanpa dicerna di tengah derasnya arus hoaks dan disinformasi. Dengan cara berfilsafat, generasi muda akan dilatih untuk bisa berpikir kritis, rasional, dan tidak muda terprovokasi. Filsafat juga akan menolong anak muda mengenal dirinya sendiri, memahami tujuan hidupnya, serta akan menunjukkan mana nilai yang layak diperjuangkan. Karena itu, filsafat bukanlah hanya sekadar ilmu akademik, melainkan suatu kebutuhan agar anak muda tetap waras, berpikir rasional, manusiawi, dan bertanggung jawab dalam menghadapi segala tantangan zaman.