Sosok Penebok, Hantu di film The Bell: Panggilan untuk Mati. Foto: Dok. IstimewaFilm horor The Bell: Panggilan untuk Mati baru saja merilis poster resmi mereka. Di poster itu terlihat sosok Penebok yang menjadi hantu di film tersebut.Penebok merupakan sosok hantu tanpa kepala dari mitologi di daerah Belitung. Di film horor itu, hantu tanpa kepala berbalut gaun merah itu akan menjadi pusat ancaman.Produser Rendy Gunawan mengungkapkan alasannya angkat sosok Penebok di film tersebut. Sebagai produser, Rendy menekankan pentingnya membangun karakter yang ikonik dalam lanskap horor saat ini."Kami ingin menghadirkan sesuatu yang bukan hanya menakutkan, tapi juga punya identitas kuat. Penebok adalah upaya kami menciptakan ikon horor baru yang lahir dari budaya sendiri dan bisa diingat penonton dalam waktu lama," kata Rendy dalam keterangan yang diterima kumparan.Hal senada diasampaikan oleh Produser Aris Muda, mengatakan bahwa Penebok akan memberikan warna baru di genre horor Tanah Air. Aris merasa khasanah horor nasional tidak boleh terjebak hanya pada sosok pocong atau kuntilanak.Padahal, menurutnya masih banyak daerah dengan mitologi yang jauh lebih mencekam dari ikon horor tersebut. Misalnya Penebok dan misteri lonceng keramat yang diangkat di film ini."Hantunya apa? Penebok. Teman-teman mungkin belum tahu, tapi melalui film ini kami ingin menjadikannya ikon horor baru yang populer," kara Aris.Sosok Penebok, Hantu di film The Bell: Panggilan untuk Mati. Foto: Dok. Istimewa"Ada tabu nyata di Belitung: dilarang membunyikan lonceng setelah pukul 6 sore. Inilah yang kita hadirkan sebagai khasanah mitologi horor nasional," tambahnya.Sutradara Jay Sukmo membawa pendekatan teknis yang unik dengan menggunakan tiga aspek rasio gambar untuk membedakan periode waktu. Bukan hanya mengandalkan jumpscare, Jay berkomitmen memberikan teror yang lebih elegan melalui atmosfer dan situasi."Saya ingin menakut-nakuti penonton dengan cerita dan situasi, bukan cuma jumpscare. Ada treatment-treatment yang mungkin belum ada di film horor lain, seperti penggunaan tiga frame aspek rasio yang berbeda untuk menggambarkan setiap periodenya," tukasnya.Sosok Penebok, Hantu di film The Bell: Panggilan untuk Mati. Foto: Dok. IstimewaThe Bell: Panggilan untuk Mati berkisah tentang sekelompok YouTuber yang mencuri sebuah lonceng keramat di Belitung demi konten. Padahal, lonceng keramat di Belitung yang dipercaya mampu mengurung roh-roh jahat.Tanpa mereka sadari, tindakan mereka justru membebaskan Penebok, entitas mengerikan yang telah terkurung selama ratusan tahun. Sosok hantu tanpa kepala bergaun merah itu mulai memburu mereka satu per satu, meninggalkan jejak kematian dengan kondisi kepala terpenggal. Dibintangi oleh Ratu Sofya, Bhisma Mulia, Shaloom Razade, Givina Dewi, Mathias Muchus, Septian Dwi Cahyo, The Bell: Panggilan untuk Mati, akan tayang di Bioskop pada 7 Mei mendatang.