BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Kota Balikpapan dinilai menjadi salah satu daerah dengan progres terbaik dalam pengembangan Koperasi Merah Putih (KMP), di tengah tantangan utama berupa keterbatasan lahan yang masih dihadapi banyak daerah di Indonesia.Hal tersebut terungkap saat Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, menerima kunjungan Wakil Direktur (Wadir) Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Mayjen TNI Trenggono, di Kantor Pemkot Balikpapan, pada Rabu (8/4/2026).Dalam pertemuan itu, Trenggono mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terhadap pelaksanaan proyek strategis nasional tersebut. Ia menyebut, dibandingkan sejumlah kota besar seperti Jakarta, Bandung, Malang, hingga Bali, Balikpapan dinilai lebih siap dalam mendukung penyediaan lahan bagi pembangunan koperasi.“Kendala terbesar di berbagai kota adalah lahan. Namun Balikpapan termasuk yang cukup mendukung dibanding daerah lain,” ujarnya.Ia menjelaskan, berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025, kebutuhan lahan KMP idealnya mencapai 1.000 meter persegi. Namun secara teknis, pembangunan masih bisa dilakukan dengan lahan minimal 600 meter persegi.Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, menerima kunjungan Wakil Direktur (Wadir) Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Mayjen TNI Trenggono, di Kantor Pemkot Balikpapan, pada Rabu (8/4/2026). Foto: BorneoFlash/ArdianMenariknya, konsep lokasi KMP tidak lagi menitikberatkan pada kawasan strategis, melainkan di titik yang berpotensi menjadi pusat aktivitas masyarakat di tingkat kelurahan.Secara nasional, jumlah Koperasi Merah Putih telah mencapai sekitar 4.300 unit dan dijadwalkan akan diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada pertengahan April 2026.Program ini juga membawa konsep berbeda dari koperasi pada umumnya. Seluruh warga dapat menjadi anggota tanpa iuran, dengan harga kebutuhan pokok yang lebih terjangkau karena tidak dikenakan pajak. Selain itu, keberadaan KMP justru dirancang untuk memperkuat UMKM, bukan menyaingi.“UMKM dan warung akan menjadi bagian dari distribusi koperasi. Jadi bukan dimatikan, tetapi diperkuat,” jelas Trenggono.Sementara itu, Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengungkapkan bahwa progres pembangunan KMP di daerahnya terus berjalan. Saat ini, satu koperasi di Kelurahan Graha Indah telah rampung 100 persen, sementara 16 lokasi lainnya telah disiapkan.Berdasarkan data di lapangan, enam lokasi tambahan telah diidentifikasi, dengan tiga di antaranya mulai dibangun di sejumlah kecamatan. Pemerintah menargetkan hingga Juni 2026, sebanyak 10 KMP dapat berdiri di Balikpapan.Dari sisi kelembagaan, seluruh koperasi telah memiliki legalitas. Pemerintah juga memberikan pendampingan melalui pelatihan manajemen, pemasaran, hingga perpajakan.Bahkan, meski belum seluruhnya memiliki gedung permanen, aktivitas koperasi sudah mulai berjalan di 34 kelurahan. Tercatat, transaksi telah mencapai sekitar 509 kali dengan nilai lebih dari Rp500 juta, mencakup komoditas seperti beras, minyak goreng, hingga elpiji.Namun demikian, persoalan lahan masih menjadi tantangan yang perlu diselesaikan. Sejumlah lahan yang potensial diketahui berada di bawah kewenangan kementerian, BUMN, hingga TNI.Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, menerima kunjungan Wakil Direktur (Wadir) Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Mayjen TNI Trenggono, di Kantor Pemkot Balikpapan, pada Rabu (8/4/2026). Foto: BorneoFlash/ArdianPemerintah Kota Balikpapan pun telah mengajukan permohonan ke pemerintah pusat untuk mempercepat proses alih fungsi lahan tersebut.“Kami sudah berkirim surat ke Jakarta, termasuk untuk lahan milik BUMN dan TNI. Dalam waktu dekat, kami akan menindaklanjuti langsung agar prosesnya bisa lebih cepat,” kata Bagus.Dengan progres yang ada, Balikpapan diharapkan dapat menjadi model pengembangan Koperasi Merah Putih, sekaligus motor penggerak ekonomi berbasis komunitas di tingkat kelurahan. (*/Adv Diskominfo Balikpapan)