Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di Akasaka Guest House, Tokyo (31/3/2026). Foto: Yoshikazu TSUNO/AFPJepang berencana melepaskan cadangan minyak 20 hari mulai Mei mendatang. Dalam rapat kabinet pada Jumat (10/4), Perdana Menteri Sanae Takaichi mengatakan langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan dalam negeri yang stabil sambil mencari pasokan minyak dari luar Timur Tengah seiring konflik di kawasan mengganggu pasokan global.Dikutip dari Reuters, Jepang sangat bergantung pada Timur Tengah, yang menyumbang sekitar 95 persen dari total impor minyaknya.Jepang sebelumnya telah mulai melepaskan cadangan minyak pada 16 Maret dan berkoordinasi dengan negara-negara lain dalam rencana untuk menyediakan minyak yang cukup untuk 50 hari. Pelepasan cadangan minyak 20 hari merupakan tambahan.Per 6 April, Jepang memiliki cadangan minyak yang cukup untuk 230 hari, termasuk cadangan publik yang cukup untuk 143 hari.Jepang juga diperkirakan dapat mengamankan lebih dari setengah impor minyak lewat rute yang tidak termasuk Selat Hormuz pada Mei. Namun, Takaichi tidak merinci sumber pasokan tersebut.Pemerintah Jepang telah menghubungi pemasok di AS, Malaysia, negara-negara Asia tengah seperti Azerbaijan dan Kazakhstan, negara-negara Amerika Latin termasuk Brasil, Argentina, Ekuador, Kolombia dan Meksiko, dan negara-negara Afrika seperti Nigeria dan Angola.Pemerintah turut meminta pemasok untuk menjual minyak langsung ke sektor-sektor seperti kesehatan, transportasi dan pertanian, termasuk produsen teh hijau, peternakan, dan perikanan.