BorneoFlash.com, JAKARTA - Kementerian Koperasi (Kemenkop) memperkuat kerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk memperluas layanan kesehatan di desa melalui Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih, termasuk apotek dan klinik.Kemenkop dan BPJS Kesehatan menandatangani MoU di Jakarta, Selasa, yang diwakili Sekretaris Kemenkop Ahmad Zabadi dan Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito.Zabadi menyampaikan pemerintah menargetkan operasional 30.000 Kopdes Merah Putih pada Agustus. Ia menyebut setiap koperasi berpotensi melayani sekitar 1.000 anggota, sehingga program ini dapat menjangkau 30 juta warga desa pada tahap awal.Ia menegaskan potensi layanan masih besar karena Indonesia memiliki 83.393 desa dan kelurahan. Jika seluruhnya memiliki koperasi dengan 1.000 anggota, lebih dari 80 juta orang dapat mengakses layanan kesehatan.Zabadi menegaskan koperasi tidak hanya menggerakkan ekonomi, tetapi juga menyediakan layanan kesehatan melalui apotek dan klinik. Ia juga mendorong sinergi Kopdes Merah Putih dan BUMDes untuk memperkuat layanan desa.Kemenkop mencatat 139.000 koperasi aktif di Indonesia dan melihat peluang besar untuk memperluas kepesertaan BPJS Kesehatan.“kami mendorong anggota koperasi menjadi peserta BPJS karena itu hak seluruh warga,” kata Zabadi.Prihati menyebut kepesertaan JKN telah mencapai 98 persen penduduk Indonesia. Ia menegaskan kerja sama ini memperkuat keberlanjutan program dan pemerataan layanan agar masyarakat tidak terbebani biaya kesehatan.“kami memperluas JKN hingga desa melalui Kopdes Merah Putih dan integrasi dengan program MBG serta SPPG,” kata Prihati. (*)