Bapanas Pastikan Jaga Keseimbangan Harga Pangan di Produsen-Konsumen

Wait 5 sec.

Aktivitas jual beli bahan pokok di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Kamis (4/12/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparanBadan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan keseimbangan harga pangan di tingkat produsen dan konsumen tetap terjaga melalui berbagai intervensi guna melindungi petani sekaligus menjaga daya beli masyarakat secara berkelanjutan."Pemerintah terus menjaga stabilitas pangan nasional melalui langkah-langkah kolaboratif yang terukur dan responsif," kata Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bapanas Maino Dwi Hartono di Jakarta, Kamis (9/4).Dia menyampaikan pascamomentum Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah, kondisi harga pangan pokok strategis terpantau stabil di tingkat konsumen. Perhatian terhadap keseimbangan harga di tingkat produsen terus diperkuat guna menjaga keberlanjutan usaha petani dan peternak.Ia menuturkan stabilitas harga dan stok pangan kini mulai tercapai, mencerminkan efektifnya implementasi instrumen kebijakan harga, seperti harga eceran tertinggi (HET) dan harga acuan penjualan (HAP) di tingkat konsumen.Ia menegaskan Bapanas menetapkan HET dan HAP rangka melindungi baik di tingkat produsen maupun konsumen."Namun kadang yang terjadi di lapangan, dinamikanya cepat berubah. Begitu harga di konsumen berfluktuasi, pemerintah cepat bertindak. Ini tentu langkah taktis yang luar biasa," tuturnya.Lebih lanjut dia mengatakan pengawasan kewajaran harga pangan pokok terus dimaksimalkan bersama Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan."Pengawasan harga di tingkat konsumen sudah berjalan baik, selanjutnya juga perlu ditingkatkan pada penjagaan harga di tingkat produsen," ucapnya.Dia mengatakan kondisi pangan pokok strategis di tingkat konsumen sebagian besar telah mengalami penurunan harga. Badan Pusat Statistik (BPS) dalam data Indeks Perkembangan Harga (IPH) melaporkan setidaknya 5 komoditas pangan mengalami penurunan IPH selama pekan pertama di bulan April."Daging ayam ras ada penurunan IPH di 125 kabupaten/kota. Ini meningkat pesat karena pada pekan sebelumnya hanya ada 64 kabupaten/kota saja. Telur ayam ras pun tercatat mengalami penurunan IPH di 116 kabupaten/kota," katanya.Selanjutnya cabai merah dan cabai rawit masing-masing telah terjadi penurunan IPH di 198 dan 161 kabupaten/kota. Terakhir, IPH daging sapi menurun di 105 kabupaten/kota.Sementara, kondisi pangan di tingkat produsen tentunya turut pula menjadi perhatian pemerintah. Salah satunya menyikapi kabar harga ayam hidup yang mengalami depresiasi usai Lebaran ini.Pemerintah telah menyiapkan program SPHP jagung pakan agar setidaknya dapat menekan biaya pokok produksi para peternak."Ada program SPHP beras dan jagung pakan. Ini bagian dari pemerintah untuk menjaga harga beras, terutama di tingkat konsumen, dengan menjual harga yang lebih murah," jelasnya.Sebelumnya, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan sejumlah program Presiden Prabowo Subianto tidak hanya berpihak pada rakyat, tetapi berimplikasi pada kesejahteraan petani pangan dan peternak di dalam negeri."Program prioritas Bapak Presiden Prabowo sangat berpihak pada rakyat. Ini nyata, karena langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mengangkat kesejahteraan petani dan peternak," kata Amran.Dalam data BPS, indeks harga yang diterima petani padi selalu berada lebih dari 140 poin sejak Juli 2025 sampai saat ini. Indeks terbaru di Maret 2026 berada di 144,52 dan masih lebih tinggi dibandingkan Maret 2025 yang berada di 137,94.Sementara untuk indeks harga yang diterima peternak unggas di Maret 2026 yang berada di 138,19 menjadi yang tertinggi sejak tahun 2023. Jenis indeks ini terus bertumbuh setelah pada Desember 2025 berada di angka 129,68.