Danantara Bentuk Anak Usaha untuk Kelola Proyek Waste to Energy

Wait 5 sec.

Ilustrasi - Waste To Energy. Foto: Belish/ShutterstockDanantara Indonesia membentuk anak perusahaan baru bernama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) khusus untuk menjadi pemegang saham sekaligus pengelola proyek waste to energy (WtE) atau Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).Director of Investment at Danantara Investment Management, Fadli Rahman, mengatakan bahwa setiap unit PSEL membutuhkan investasi Rp 2,5 triliun sampai Rp 2,8 triliun dengan struktur kepemilikan yakni 70 persen dipegang oleh mitra Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) dan sisanya oleh Denera.Adapun badan usaha baru tersebut dibentuk melalui PT Danantara Investment Management (DIM) pada awal April 2026 lalu, dan dipimpin langsung oleh Fadli."Daya Energi Bersih Nusantara ini adalah perusahaan yang baru dibentuk oleh Danantara Investment Management di 1 April 2026 kemarin yang memiliki fokus untuk menjalankan program PSEL," ungkap Fadli saat Media Briefing Danantara Indonesia, Kamis (9/4).Danantara Indonesia menggelar partnership signing ceremony proyek Waste to Energy (WtE) bersama mitra operator di Bekasi dan Denpasar. Foto: Dok. Danantara IndonesiaFadli menjelaskan, Denera berfungsi untuk memegang porsi saham proyek PSEL sekaligus bertanggung jawab dalam sisi operasional dan pengelolaan seluruh proyek di bawah DIM."Selain itu, Denera akan menjadi perusahaan yang terintegrasi dalam hal pengelolaan sampah. Jadi pengelolaan sampah yang terintegrasi satu hal yang harus difokuskan betul adalah PSEL," kata Fadli.Fadli menegaskan bahwa proyek PSEL merupakan katalis dari pengelolaan sampah yang terintegrasi, tidak hanya dari sisi pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa), namun juga akan mengelola sampah mulai dari tempat pembuangan sampah hingga daur ulang sampah."Dan bagaimana kita akan mengedukasi masyarakat untuk mengelola sampah lebih baik lagi karena budaya juga harus berubah dalam pengelolaan sampah, kita juga akan fokus mengembangkan sampah-sampah selain sampah rumah tangga seperti sampah industri," tandas Fadli.