Kemenkeu Pastikan Tekanan Global ke Pasar Keuangan Indonesia Masih Moderat, Fundamental Ekonomi Tetap Kuat

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, JAKARTA - Kementerian Keuangan menegaskan tekanan gejolak global terhadap pasar keuangan Indonesia masih berada pada level moderat.Direktur Strategi Stabilisasi Ekonomi Kemenkeu Noor Faisal Achmad menyatakan sentimen risk-off global memang memicu arus modal keluar (capital outflow), namun Indonesia tetap mampu mengendalikan kondisi tersebut.“Berdasarkan asesmen kami, tekanan terhadap Indonesia masih relatif moderat,” ujar Faisal dalam Central Banking Forum 2026 di Jakarta, Senin.Faisal menjelaskan depresiasi nilai tukar rupiah masih terkendali. Pada Senin pagi, rupiah melemah 17 poin atau 0,10 persen menjadi Rp17.121 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.104 per dolar AS.Ia menegaskan faktor global lebih dominan mendorong arus modal keluar dibandingkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia.Faisal menekankan sejumlah indikator ekonomi Indonesia tetap solid. PMI Manufaktur Indonesia pada Maret tercatat 50,1 dan masih berada di zona ekspansif, meski menurun dari Februari yang mencapai 53,8.Selain itu, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus 1,27 miliar dolar AS pada Februari 2026 dan memperpanjang tren surplus selama 70 bulan berturut-turut.Faisal juga memastikan inflasi Indonesia tetap terkendali di level 3,48 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Maret 2026. Sementara itu, penyaluran kredit perbankan tumbuh 9,37 persen secara tahunan (yoy).Menurut Faisal, seluruh indikator tersebut menunjukkan mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berjalan kuat di tengah tekanan global.“Fundamental ekonomi Indonesia masih kuat dan memberikan optimisme. Dampak tekanan global akan tetap terbatas karena mesin pertumbuhan domestik terus berjalan,” tegasnya.Ia menambahkan pemerintah terus menjaga kepercayaan pasar melalui pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara prudent, menjaga kredibilitas pembiayaan, serta memastikan respons kebijakan berjalan antisipatif dan terukur. (*)