Pekerja menyelesaikan pengolahan kedelai menjadi tahu di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (3/12/2024). Foto: Jamal Ramadhan/kumparanKementerian Pertanian (Kementan) memastikan sudah ada kesepakatan antara importir dan pengrajin tahu tempe untuk menjaga stabilitas harga kedelai, melalui penerapan Harga Acuan Penjualan (HAP) senilai Rp 11.500 per kilogram di tingkat importir.Kesepakatan itu menekankan harga kedelai di tingkat pengrajin tetap berada di bawah Rp 12.000 per kilogram sampai dengan adanya perubahan kebijakan berikutnya. Sehingga stabilitas harga pangan berbasis kedelai tetap terjaga di tengah tekanan geopolitik global yang berdampak pada rantai pasok dunia.Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Yudi Sastro, mengatakan kesepakatan yang dicapai dalam rapat koordinasi pada Kamis (9/4) itu sekaligus menegaskan komitmen bersama menjaga ketersediaan pasokan kedelai sebagai bahan baku industri tahu dan tempe.Yudi menegaskan isu yang berkembang di masyarakat terkait naiknya harga kedelai telah terverifikasi dan tidak benar.“Kami sudah verifikasi langsung ke pelaku usaha, dan informasi yang menyebut harga kedelai tembus Rp 20.000 itu tidak benar. Harga tetap di bawah HAP, bahkan di level importir masih sekitar Rp 11.500,” tegas Yudi.Yudi menjelaskan dinamika global memang memberikan tekanan, terutama pada biaya logistik, transportasi, hingga komponen penunjang lainnya. Namun, ia menegaskan pasokan di dalam negeri aman.“Memang ada dampak dari perubahan geopolitik yang menyebabkan ongkos produksi dan distribusi meningkat. Tapi untuk kondisi saat ini pasokan masih cukup dan harga masih terkendali. Ini yang perlu kami sampaikan agar tidak terjadi kekhawatiran di masyarakat,” tegas Yudi.Yudi memastikan pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. “Kita sudah berkomitmen bersama untuk menjaga implementasi HAP di lapangan tetap berjalan. Ini penting agar stabilitas pangan tetap terjaga,” ujar Yudi.Pekerja mengolah kedelai menjadi tahu di pabrik tahu kawasan Duren Tiga, Jakarta, Rabu (25/2/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparanBerdasarkan data Gakoptindo yang diolah Badan Pangan Nasional per 8 April 2026, harga kedelai di berbagai wilayah masih berada dalam rentang yang wajar dan sesuai dengan HAP.Di Jakarta, rerata harga kedelai berada di kisaran Rp 10.500-Rp 11.000 per kg, Jawa Rp 10.555 per kg, Bali dan NTB Rp 10.550 per kg, Sumatera Rp 11.450 per kg, Sulawesi Rp 11.113 per kg, dan Kalimantan Rp 10.908 per kg. Angka ini masih berada di bawah HAP kedelai impor di tingkat konsumen (pengrajin tahu tempe) yang ditetapkan maksimal Rp 12.000 per kg.Dari sisi importir, Direktur PT FKS Multi Agro Tbk, Tjung Hen Sen, menyampaikan harga dan pasokan kedelai masih dalam kondisi terkendali meski menghadapi tekanan global.“Saya rasa di tingkat importir saat ini sudah wajar, mungkin di sekitar Rp 10.100 sampai Rp 10.300 per kilogram tergantung wilayah. Di tingkat pengrajin mungkin sekarang ini sekitar Rp 10.500 sampai dengan Rp 11.000 per kilogram,” ungkap Tjung Hen Sen..Hen Sen menekankan semua pihak harus terus bersinergi untuk menjaga stabilitas harga kedelai. Menurutnya, menjaga stabilitas bukan tanggung jawab satu pihak saja, melainkan melibatkan semua pihak baik swasta maupun pemerintah.“Saat ini kami mencoba dengan sangat keras untuk menjaga kestabilan dari harga komoditas kedelai. Tapi perlu dicatat ada beberapa faktor seperti geopolitik yang berdampak pada ongkos logistik, asuransi kapal, hingga bahan penunjang,” ungkap Hen Sen.Sementara itu, Sekretaris Jenderal Gakoptindo, Wibowo Nurcahyo, menegaskan bahwa harga produk tahu dan tempe di tingkat pengrajin masih stabil.Pekerja mengolah kedelai menjadi tahu di pabrik tahu kawasan Duren Tiga, Jakarta, Rabu (25/2/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan“Kami jamin tahu tempe tidak naik harganya, tapi mungkin ada penyesuaian dari sisi volume. Dari sisi rasa dan kualitas tetap kami jaga. Hasil pantauan kami harga tahu tempe tetap stabil di kisaran Rp 12.000 sampai Rp 13.000, tidak ada kenaikan yang cukup signifikan,” ungkap Wibowo.Wibowo juga memastikan harga kedelai sebagai bahan baku utama masih berada dalam batas aman. Ia mengaku membeli dari importir Rp 10.200 per kg atau masih di bawah HAP."Jadi kalau dari harga kami masih stabil. Justru sebenarnya yang menjadi sedikit masalah bukan dari kedelainya tapi dari penunjangnya yaitu plastik,” jelas Wibowo.Wibowo menekankan pihaknya bersama para importir telah berkomitmen menjaga stabilitas harga dan pasokan. Untuk itu kesepakatan HAP Rp 11.500 di tingkat importir dan Rp 12.000 di tingkat pengrajin akan dijalankan dengan baik.“Menurut kami itu angka yang masih wajar. Kami harap masyarakat tidak terpancing dengan isu-isu berita yang tidak sesuai,” tutur Wibowo.