BorneoFlash.com, JAKARTA - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mendorong kolaborasi lintas sektor guna memperkuat kemandirian teknologi pertahanan nasional di era VUCA.Brian menyampaikan hal itu dalam kuliah umum di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat, Jakarta, Jumat (10/4/2026). Ia menegaskan kepemimpinan digital harus membangun SDM unggul, memperkuat sains, dan mempercepat inovasi yang terhubung dengan kebutuhan strategis pertahanan nasional.Ia menekankan pentingnya pengambilan keputusan berbasis data serta pemanfaatan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung sistem pertahanan modern.Menurut Brian, perguruan tinggi harus berperan aktif mencetak SDM adaptif dan analitis sekaligus mendorong riset teknologi pertahanan. Indonesia, tegasnya, tidak boleh hanya menjadi pasar, tetapi harus menjadi pencipta dan pengembang teknologi pertahanan.Brian juga mendorong hilirisasi riset melalui kemitraan dengan industri, khususnya dalam pengembangan sistem data, AI, dan teknologi semikonduktor sebagai bagian dari penguatan ekosistem industri pertahanan.Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menargetkan kemandirian teknologi nasional sebagai fondasi kedaulatan dan ketahanan nasional.Sementara itu, Komandan Seskoad Mayjen TNI Agustinus Purboyo menegaskan pentingnya sinergi antara pendidikan, riset, dan praktik lapangan untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks serta membangun sistem pertahanan yang adaptif dan berkelanjutan. (*)