Menteri Perindustrian Agus Gumiwang memberikan keynote speech pada kumparan New Energy Vehicle Summit 2025 di MGP Space, SCBD Park, Jakarta, Selasa (6/5/2025). Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparanPemerintah melalui Kementerian Perindustrian tengah mengkaji kembali skema insentif kendaraan listrik, khususnya motor listrik. Langkah ini dilakukan seiring upaya mempercepat adopsi kendaraan berbasis listrik di pasar domestik.Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pembahasan insentif saat ini masih berlangsung bersama Kementerian Keuangan. Fokus awal diarahkan pada kendaraan roda dua listrik yang dinilai lebih cepat diadopsi oleh masyarakat luas.“Kita sedang berbicara dengan Kementerian Keuangan khususnya untuk insentif motor listrik,” kata Agus saat ditemui wartawan di Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2026).Di sisi lain, pemerintah menegaskan arah kebijakan nasional yang semakin condong pada elektrifikasi kendaraan. Hal ini sejalan dengan visi besar transisi energi untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.Menteri Perindustrian Agus Gumiwang memberikan keynote speech pada kumparan New Energy Vehicle Summit 2025 di MGP Space, SCBD Park, Jakarta, Selasa (6/5/2025). Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan“Keinginan dari Bapak Presiden sangat jelas bahwa semua kendaraan, semua kendaraan itu ke depan berbasis listrik. Ya, karena memang sekarang semakin kelihatan kepentingannya untuk itu, untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap bahan bakar fosil,” tegasnya."Jadi memang tidak ada pilihan lain bahwa kita harus konversi ke listrik," lanjut AgusLebih lanjut, pemerintah tengah menyiapkan regulasi pendukung guna mempercepat transformasi tersebut. Salah satu langkah konkret adalah mendorong produsen roda dua di dalam negeri untuk meningkatkan kapasitas produksi motor listrik.Suasana test drive motor listrik di PEVS 2025. Foto: Fitra Andrianto/kumparan“Maka pemerintah sekarang sedang menyiapkan regulasi yang diperlukan, paling tidak kita bisa mulai dulu dari motor listrik di mana nanti produsen motor listrik yang sudah ada di Indonesia itu segera menyiapkan secukupnya produksi motor listrik. Karena kita menginginkan bahwa semua penjualan motor listrik yang berasal dari pabrik-pabrik kita untuk pasar domestik itu melalui motor listrik,” tukasnya.Pemerintah juga menargetkan agar penjualan motor baru di pasar domestik ke depan didominasi oleh model listrik. Sementara itu, produksi motor konvensional tidak akan dihentikan, melainkan diarahkan untuk kebutuhan ekspor ke berbagai negara berkembang.“Sementara motor-motor yang basisnya masih konvensional itu tetap mereka bisa untuk memproduksi, nanti kita arahkan untuk produk-produk ekspor ya, baik itu ke negara-negara lain ya, khususnya di negara-negara mungkin Afrika maupun Middle East maupun Amerika Selatan," pungkasnya.Menurut menperin, produsen tidak perlu menyetop produksi motor berbasis konvensional. Nantinya produk tersebut akan dialihkan untuk pasar ekspor. Suasana test drive motor listrik di PEVS 2025. Foto: Fitra Andrianto/kumparan"Tapi sudah harus dimulai penguatan kapasitas untuk memproduksi motor-motor listrik karena semua nanti kita sedang bikin roadmap-nya. Bahwa seluruh motor listrik yang beredar di Indonesia, yang dipakai oleh konsumen itu semuanya berbasis listrik. China sudah berhasil, China sudah basisnya semua motor listrik,” tegasnya.Meski demikian, terkait besaran insentif yang akan diberikan, pemerintah masih belum menetapkan angka pasti. Agus menyebutkan bahwa nilai insentif masih dalam tahap pembahasan. “Masih dibicarakan,” tuntas Menperin.