Rupiah Melemah ke Rp 17.135 per Dolar AS Usai Iran-AS Gagal Capai Kesepakatan

Wait 5 sec.

Seorang petugas menunjukan pecahan Dolar AS dan Rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang asing di Kwitang, Jakarta, Senin (9/12/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparanNilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika serikat (AS) kian melemah pagi ini, Senin (13/4). Ini terjadi bersamaan dengan gagalnya Iran-AS mencapai kesepakatan dalam perundingan di Pakistan. Mengutip Bloomberg, rupiah turun 31 poin (0,18 persen) ke Rp 17.135 per Dolar AS pada pukul 9.19. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga dibuka turun 0,65 persen ke level 7.410. Sebelumnya, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengatakan stabilitas moneter menjadi prioritas utama di tengah ketidakpastian global. Dia menyebut, BI akan mengoptimalkan pemanfaatan seluruh instrumen operasi moneter untuk menjaga stabilitas rupiah.“BI akan mengoptimalkan pemanfaatan seluruh instrumen operasi moneter yang dimiliki dan juga kebijakan operasi moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar,” kata Destry dalam keterangan resminya, Selasa (7/4).Destry memastikan, BI secara konsisten dan terukur akan selalu berada di pasar uang. Baik di spot market, DNDF maupun NDF di offshore market.Di samping itu, Destry mengatakan, dampak Perang Timur Tengah bersifat dua arah. Menurutnya, kenaikan harga komoditas serta posisi Indonesia sebagai negara eksportir mampu memberikan efek positif bagi perekonomian domestik.“Kenaikan harga komoditas dan posisi Indonesia sebagai negara eksportir dapat memberikan efek positif bagi perekonomian kita. Sehingga dapat mengimbangi tekanan terhadap nilai tukar akibat eskalasi tersebut,” tegasnya.Presiden AS Donald Trump pada Minggu (12/4), menyatakan Angkatan Laut AS akan mulai melakukan blokade di Selat Hormuz, meningkatkan ketegangan setelah perundingan panjang dengan Iran gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang, sekaligus mengancam keberlangsungan gencatan senjata dua minggu yang rapuh.