Persis Solo vs Semen Padang dalam lanjutan Super League di Stadion Manahan pada 12 April 2026. Foto: kumparanPersis Solo mengalahkan Semen Padang dengan skor akhir 2-1 pada laga pekan ke-27 Super League 2025/26 di Stadion Manahan Solo, Minggu (12/4) malam WIB. Usai laga, Andre Rosiade selaku Penasihat Klub Semen Padang yang hadir di lokasi melontarkan kritik.Pertandingan ini digelar tanpa penonton akibat sanksi Komdis PSSI buntut ricuh antarsuporter di kandang Persijap Jepara pada 6 Maret 2026. Pada awal babak kedua, laga sempat tertunda 10 menit karena hujan deras dan kondisi lapangan Stadion Manahan Solo penuh genangan air.Petugas pun membersihkan air dari genangan. Genangan air belum sepenuhnya hilang hujan turun lagi dan pertandingan tetap dilanjutkan.Ini bukan kali pertama lapangan Manahan tergenang air saat pertandingan. Sebelumnya saat Persija vs Persik pada 20 November 2025, laga juga sempat tertunda karena genangan air. Begitu juga terjadi penundaan pertandingan saat final Liga 2, PSIM vs Bhayangkara FC, pada 26 Februari 2025.Andre Rosiade saat Persis Solo vs Semen Padang dalam lanjutan Super League di Stadion Manahan pada 12 April 2026. Foto: kumparanLantas, Andre Rosiade menyoroti kondisi Stadion Manahan Solo dengan menyinggung perbandingan pengelolaan stadion yang menurutnya lebih baik di Stadion Haji Agus Salim. Dia bahkan menyamakan kondisi lapangan dengan sawah ketika hujan mengguyur pertandingan.“Stadion Haji Agus Salim justru memiliki kualitas lapangan yang lebih terjaga meski dikelola secara mandiri oleh klub dengan anggaran internal,” ujar Andre di Stadion Manahan Solo, Minggu (12/4).“Kalau kondisi lapangan ini (Stadion Manahan) PR besar. Terus terang sangat menyayangkan ini proyek yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR di periode Pak Jokowi kayak sawah kalau menurut saya," tegasnya.Andre pun membandingkan pihak klub Semen Padang telah melakukan pembenahan sendiri stadion mulai dari drainase hingga perawatan rumput demi menjaga kualitas lapangan. Dia menyebut Stadion Haji Agus Salim baru mau akan direnovasi pakai APBN musim depan. "Kami bongkar drainasenya kami perbaiki dan kami bikin rumputnya kami rawat meskipun dengan catatan Stadion kami belum direnovasi oleh APBN seperti Stadion Manahan,” kata dia.“Pertandingan menjadi tidak menarik pada babak kedua. Ini harus dievaluasi kok dikerjakan oleh pemerintah jadi kayak sawah jadi mengganggu kualitas permainan kedua tim,” paparnya.Stadion Manahan, Solo. Foto: Nasrul Ma Arif/ShutterstockAndre menambahkan, seharusnya pertandingan menarik seperti babak pertama. Ia berharap pengelola Persis Solo dapat berkoordinasi dengan pihak terkait untuk segera melakukan perbaikan, terutama pada sistem drainase Stadion Manahan Solo.“Jadi kurang menarik di babak kedua karena memang jadi kayak sawah itu stadionnya," tandasnya.Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, juga menyinggung kondisi lapangan (penuh genangan air) membuat permainan 'Laskar Sambernyawa' sulit berkembang. Meskipun demikian, ia bersyukur timnya menang dan kemenangan ini adalah kemenangan tim.“Kondisi lapangan (penuh genangan air) membuat permainan sedikit tidak berkembang, tapi kita bisa menang,” ujar Milo.