Tanah Abang Tak Aman: Kemarin Tukang Bubur, Sekarang Sopir Bajaj Dipalak Preman

Wait 5 sec.

Sejumlah Bajaj terparkir di Jakarta. Foto: Idlan Dziqri Mahmudi/ANTARA FOTODi tengah hiruk-pikuk Pasar Tanah Abang yang tak pernah benar-benar tidur, rasa aman kian terasa mahal. Setelah kisah tukang bubur yang dipalak bikin heboh, kini giliran sopir bajaj yang mengalami nasib serupa: diperas saat cari nafkah.Seperti apa cerita dua profesi itu kena palak?Preman Palak Tukang Bubur Rp 300 RibuIlustrasi penangkapan preman. Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparanPemalakan terhadap tukang bubur di Tanah Abang ramai diperbincangkan. Pria yang diduga preman terekam menghancurkan mangkuk tukang bubur tersebut. Netizen geram melihatnya.Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Kamis (9/4). Berdasarkan narasi yang beredar, pelaku diduga mengamuk lantaran tidak diberikan uang jatah bulanan Rp 100 ribu.Pelaku kemudian mengambil tumpukan mangkuk dari gerobak pedagang dan membawanya ke atas trotoar. Ia kemudian membanting mangkuk-mangkuk tersebut hingga hancur berkeping-keping di depan sang pedagang.Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, menyebut ada tiga pelaku yang beraksi memalak. Ketiganya sudah ditangkap."Piket reskrim telah mengambil keterangan korban dan melakukan koordinasi dengan pak RW, kemudian berhasil membawa pelaku berjumlah 3 orang bernama TDT (26), DA (36), dan OP (36) warga Kampung Bali," kata Dhimas kepada wartawan, Jumat (10/4).Ilustrasi bubur ayam Foto: dok.shutterstock/aris setyaDhimas menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.40 WIB. Berdasarkan laporan masyarakat, para pelaku diduga melakukan tindak pidana pemerasan dengan ancaman kekerasan.Berbeda dengan narasi di media sosial yang menyebut angka Rp 100 ribu, polisi mengungkap para pelaku meminta nominal yang lebih besar disertai ancaman senjata tajam."Pelapor sedang dagang bubur di TKP dan datang tiga orang pelaku meminta uang jatah keamanan sebesar Rp 300 ribu, sambil mengancam akan menusuk apabila tidak di berikan," terang Dhimas.Saat penangkapan, polisi turut menyita barang bukti berupa senjata tajam. Selain itu, para pelaku juga diketahui positif menggunakan sabu."Pelaku juga telah dilakukan cek urine dengan hasil ketiganya positif metamphetamine [sabu]," ucap Dhimas.Sopir Bajaj Kena Palak Rp 100 RibuIlustrasi sopir bajaj. Foto: Iqbal Firdaus/kumparanTak lama setelah heboh pemalakan tukang bubur, kini sopir bajaj yang kena. Lokasinya sama: Tanah Abang, Jakarta Pusat.Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat seorang pria meminta uang setoran kepada sopir bajaj. Salah satu sopir mengaku harus menyetor hingga Rp 100 ribu setiap harinya. Jika sopir menolak memberi, mereka disebut akan diteriaki maling hingga berujung kekerasan.Bahkan, dalam video tersebut, tampak kondisi bajaj dengan kaca pecah dan pintu rusak yang diduga akibat dipukul karena pernah menolak untuk memberikan uang.Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (ketiga kanan) usai Halal Bihalal Paguyuban Jawa Tengah di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Minggu (12/4/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparanGubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan tidak akan mentoleransi aksi premanisme dan meminta Satpol PP bertindak tegas.“Kemarin saya sudah melihat videonya dan saya sudah meminta kepada Satpol PP, kepada Kepala Dinas untuk mengambil tindakan tegas terhadap hal itu, tidak ada kompromi lagi,” ujar Pramono, kemarin.Pramono menegaskan, praktik premanisme tidak boleh dibiarkan berkembang karena bersifat merugikan. Ia pun tidak akan memberikan kompromi untuk aksi tersebut.“Jadi premanisme di Jakarta, saya sebagai gubernur, saya tidak ragu-ragu untuk itu (menindak),” jelas dia.Ilustrasi polisi. Foto: ShutterstockSecara paralel, polisi juga bergerak memburu pelaku pemalakan."Saat ini anggota masih melakukan lidik (penyelidikan) untuk menemukan pelaku yang diduga melakukan pemalakan," ujar Kapolsek Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, kemarin.Ia menambahkan, polisi juga melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait guna mencegah aksi premanisme di wilayah tersebut."Dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait misal kecamatan dan Satpol PP serta Dinas Perhubungan untuk laksanakan patroli bersama-sama di wilayah rawan pungli," ujarnya.Menurutnya, upaya pencegahan juga membutuhkan peran serta masyarakat. Ia juga mengimbau masyarakat untuk turut menjaga lingkungan masing-masing."Agar semua pihak terkait tidak hanya kepolisian mampu mencegah sebelum hal tersebut terjadi. Termasuk meminta kesadaran warga sekitar menjaga lingkungannya masing-masing melalui Lurah, RW dan, RT," pungkasnya.