Pemerintah Ungkap Rencana Motor Bensin Hanya untuk Komoditas Ekspor

Wait 5 sec.

Menperin Agus Gumiwang saat Indonesia-Rusia Business Matching. Foto: Dok. KemenperinPemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggagas regulasi baru untuk industri sepeda motor dalam negeri. Utamanya soal percepatan transisi ke teknologi yang lebih ramah lingkungan.Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan regulasi anyar tersebut bertujuan memperkuat ekosistem industri kendaraan roda dua elektrik. Mulai dari skala produksi hingga pemasarannya."Pemerintah sekarang sedang menyiapkan regulasi yang diperlukan, paling tidak kita bisa mulai dahulu dari motor listrik. Nanti produsen motor listrik yang sudah ada di Indonesia segera menyiapkan secukupnya produk motor listrik," buka Agus di Jakarta Pusat pekan ini.Menariknya, agar motor listrik yang telah dibuat lokal dapat terserap pasar domestik lebih banyak, Agus bilang pemerintah akan menerapkan kebijakan strategis. Salah satunya membuat produsen motor konvensional mengalihkan distribusinya ke luar negeri.Seremoni ekspor kendaraan mobil dan motor Suzuki di pabrik Tambun, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (18/11/2025). Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan“Sementara motor-motor yang basisnya masih konvensional itu tetap mereka bisa untuk memproduksi, nanti kita arahkan untuk produk-produk ekspor, ya. Khususnya di negara-negara mungkin Afrika maupun Middle East atau Amerika Selatan," terangnya,Agus menambahkan penguatan kapasitas untuk memproduksi motor-motor listrik sudah harus dimulai. Sebab, pihaknya dikatakan telah menyusun peta jalan atau road map agar mobilitas dengan kendaraan roda dua berbasis listrik dapat segera terwujud."Bahwa seluruh motor listrik yang beredar di Indonesia, yang dipakai oleh konsumen itu semuanya berbasis listrik. China sudah berhasil, China sudah basisnya semua motor listrik,” tandas Agus.Segmen penjualan sepeda motor memang masih menjadi salah satu tulang punggung industri otomotif nasional. Bagaimana tidak, penerimaan masyarakat terhadap jenis kendaraan ini sejak lima tahun terakhir selalu alami peningkatan.Motor listrik Maka Cavalry. Foto: Sena Pratama/kumparanData Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI), distribusi wholesales (dari pabrik ke diler) Maret 2026 mengalami penurunan 6,81 persen dibanding bulan sebelumnya. Selama Februari berhasil mencatatkan angka 581.277 unit, sementara Maret 541.684 unit.Hasil tersebut mengulang capaian periode serupa pada 2025 yang menukik hingga 23,5 persen dari Februari 597.354 unit ke Maret yang hanya menjadi 448.974 unit. Namun secara Year-on-Year (YoY), perolehan selama Maret tahun ini lebih tinggi hingga 20,64 persen.Selama tiga bulan awal 2026, anggota AISI meliputi Honda, Yamaha, Suzuki, TVS, dan Kawasaki mampu mengemas jumlah pengiriman hingga 1.683.262 unit. Sedikit unggul 4,29 persen dibanding kuartal yang sama tahun lalu.Meski kini asosiasi tak lagi merinci kategori sepeda motor yang masih jadi favorit, namun segmen skutik tercatat tetap digemari. Laporan terakhir AISI, skutik berkontribusi sebesar 91,7 persen dari total penjualan sepanjang 2025.Sisanya berasal dari sepeda motor kategori underbone sebesar 4,46 persen, kemudian untuk segmen motor sport sebesar 3,51 persen. Sementara kontribusi sepeda motor listrik masih berada di bawah 1 persen.