Populer: Anggaran Jasa EO BGN; 3 Tanker Lewati Selat Hormuz

Wait 5 sec.

Ilustrasi - Selat Hormuz. Foto: artemegorovv/ShutterstockAnggaran jasa EO Badan Gizi Nasional (BGN) senilai Rp 113 Miliar menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Minggu (12/4). Selain itu, ada pula soal pergerakan tiga tanker jumbo di Selat Hormuz. Berikut rangkumannya.Kepala BGN Buka Suara soal Anggaran Jasa EOKepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memberikan klarifikasi terkait penggunaan anggaran sebesar Rp 113 miliar untuk jasa event organizer (EO). Menurut Dadan, alokasi dana ini merupakan langkah strategis yang tidak terhindarkan bagi BGN sebagai lembaga baru yang masih dalam tahap pembangunan sistem dan tata kelola operasional. Keterbatasan sumber daya internal dalam menangani kegiatan berskala besar secara mandiri menjadi justifikasi utama.Penggunaan EO dinilai krusial untuk memastikan kegiatan berskala nasional, seperti kampanye publik dan sosialisasi isu gizi, dapat berjalan secara profesional dan tepat waktu. EO memiliki keahlian khusus dalam manajemen acara, mulai dari perencanaan hingga mitigasi risiko operasional, yang belum sepenuhnya dimiliki BGN. Selain itu, pelibatan pihak ketiga ini juga mendukung tata kelola administrasi dan keuangan yang lebih tertib, memusatkan proses pengadaan barang dan jasa, serta memudahkan audit dan pengawasan anggaran negara.Dari perspektif efisiensi, Dadan menambahkan, memanfaatkan jasa EO lebih rasional dibandingkan upaya cepat membangun tim internal, yang akan memakan waktu dan biaya rekrutmen serta pelatihan. EO berfungsi sebagai solusi jembatan untuk menjaga kualitas dan kecepatan pelaksanaan program. Meskipun demikian, BGN berkomitmen penuh pada prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap penggunaan anggaran, dengan seluruh pengeluaran dipastikan sesuai ketentuan perundang-undangan dan terbuka untuk diawasi.3 Tanker Jumbo Melintas di Selat HormuzSelat Hormuz kembali menunjukkan peningkatan aktivitas pengiriman minyak dengan melintasnya tiga tanker jumbo, dua milik China dan satu dari Yunani. Pergerakan ini terjadi hanya beberapa hari setelah adanya pengumuman gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, menandakan potensi pemulihan lalu lintas energi di jalur vital tersebut. Sebelumnya, konflik telah menyebabkan nyaris terhentinya arus pelayaran di Selat Hormuz, yang berdampak signifikan pada pasokan minyak global.Kembalinya aktivitas di Selat Hormuz memiliki implikasi krusial bagi pasar energi dunia. Penutupan jalur ini sebelumnya memangkas jutaan barel pasokan, sehingga dengan mulai beroperasinya kembali, tekanan di pasar fisik diperkirakan akan berkurang. Ketiga kapal tersebut diperkirakan memiliki kapasitas total sekitar 6 juta barel minyak mentah. Sebagai perbandingan, ekspor Iran bulan lalu mencapai sekitar 1,7 juta barel per hari, menunjukkan bahwa volume ini, meskipun signifikan, masih jauh dari kondisi normal pra-konflik dan baru setara setengah dari volume pengiriman harian rata-rata.Kapal-kapal ini, termasuk Cospearl Lake dan He Rong Hai dari China, serta Serifos dari Yunani, dilaporkan memuat minyak dari Arab Saudi dan Irak, bukan dari Iran. Mereka terpantau mengambil jalur utara selat, sesuai arahan Teheran, yang melintasi perairan Iran. Sinyal dari kapal-kapal ini konsisten dengan pergerakan aktual di lapangan, meskipun data pelacakan digital selalu memiliki potensi manipulasi. Pembukaan kembali rute ini, walau bertahap, merupakan sinyal positif bagi stabilitas rantai pasok minyak global.