Aliansi Advokat Lintas Agama Somasi JK soal Ceramah di UGM Diduga Nistakan Agama

Wait 5 sec.

Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, memberikan update terhadap kasus pencemaran nama baiknya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (5/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparanKetua Aliansi Advokat Lintas Agama Indonesia Zevrijn Boy Kanu melayangkan somasi terbuka kepada Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) terkait pernyataan JK di Universitas Gadjah Mada (UGM).Somasi tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Senin (13/4), sebagai respons atas pernyataan yang dinilai menimbulkan polemik, khususnya di kalangan umat Kristiani."Kami menyampaikan somasi terbuka kepada Bapak Jusuf Kalla sehubungan dengan pernyataan yang beredar di ruang publik yang telah menimbulkan penafsiran bahwa terdapat ajaran dalam agama Kristen yang dikaitkan dengan pembenaran tindakan kekerasan terhadap Islam," kata Zevrijn.Zevrijn menegaskan, pernyataan yang berkaitan dengan ajaran agama merupakan hal yang sangat prinsipil dan sensitif, sehingga menuntut kehati-hatian, akurasi, dan tanggung jawab publik yang tinggi, terutama jika disampaikan oleh seorang tokoh nasional.Ia merinci empat dampak yang dinilai muncul akibat pernyataan tersebut: menimbulkan kegelisahan serius di kalangan umat Kristiani Indonesia, berpotensi memunculkan stigma dan kesalahpahaman antarumat beragama, mengandung risiko terganggunya kerukunan nasional dan stabilitas sosial, serta bertentangan dengan semangat toleransi, Bhinneka Tunggal Ika dan nilai-nilai konstitusional.Aliansi Advokat Lintas Agama dalam konferensi pers di kawasan Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). Foto: Zamachsyari/kumparanTiga Tuntutan kepada JKDalam somasi itu, aliansi meminta Jusuf Kalla melakukan tiga langkah korektif. Pertama, memberikan klarifikasi resmi dan terbuka kepada publik. Kedua, mencabut atau meluruskan pernyataan yang telah beredar. Ketiga, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Kristiani Indonesia sebagai bentuk tanggung jawab moral."Kami tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dalam menyampaikan somasi ini," tegas Zevrijn.Aliansi memberikan tenggat waktu 2x24 jam kepada Jusuf Kalla untuk merespons somasi tersebut secara resmi. Jika tidak ada klarifikasi atau langkah memadai dalam batas waktu itu, mereka akan mempertimbangkan upaya lanjutan melalui mekanisme hukum dan konstitusional yang berlaku."Kami akan mempertimbangkan upaya lanjutan melalui mekanisme hukum dan konstitusional yang berlaku, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip keadilan dan kepastian hukum," tandasnya.Husain Abdullah, Jubir Jusuf Kalla. Foto: Instagram/@husainabdullah1Tanggapan Jubir JK atas SomasiJuru bicara JK, Husain Abdullah, menanggapi somasi ini. Ia meminta pihak yang mensomasi ini harus melihat konten JK saat ceramah di UGM secara utuh."Sebelum melayangkan somasi, sebaiknya mereka mengkaji sebaik-baiknya konten yang sedang viral. Karena terpotong dan diberi narasi yang melenceng dari substansinya. Dan Mohon bantuannya untuk mengedarkan penjelasan ini," kata Husain.Husain menjelaskan, inti pesan yang disampaikan JK saat ceramah di UGM pada Jumat (5/3), adalah semacam pembelajaran bagaimana mendamaikan dua pihak yang bertikai."Pak JK mengungkapkan pendapat orang-orang yang bertikai pada saat kerusuhan Poso dan Ambon. Atau realitas sosiologis saat terjadi konflik. Bukan pendapat pribadi Pak JK," jelas Husain."Realitasnya saat itu, kedua pihak yang berkonflik (Islam dan Kristen) menggunakan jargon agama untuk saling membunuh. Pemahaman mereka atau mereka beranggapan, baik yang Islam maupun yang Kristen jika membunuh lawan atau terbunuh akan masuk surga," tambah dia.Bukan Pendapat Pribadi JKHusain menuturkan, oleh karena itu konflik Poso dan Ambon disebut konflik bernuansa SARA dan sulit dihentikan. Imbas konflik itu, 2.000 orang tewas di Poso. Sedangkan di Ambon mencapai 5.000 orang tewas."Untuk mengatasinya, kata Pak JK saat ceramah di UGM, pemahaman kelompok yang bertikai ini harus diluruskan. Karena keduanya telah melakukan kekeliruan menyimpang dari ajaran agama. Maka Pak JK mengatakan anda semua akan masuk neraka jika saling membunuh bukan masuk surga," kata Husain."Karena tidak ada agama yang mengajarkan untuk bertindak demikian," tambah dia.Oleh sebab itu, Husain mengatakan apa yang disampaikan JK bukan pendapat pribadi tetapi realitas sosial saat itu yang berkembang di antara mereka yang saling berkonflik."Pak JK menyampaikan lesson learned, mengisahkan pendekatan yang ia lakukan ketika hendak mendamaikan pihak yang bertikai di Poso maupun di Ambon, dengan terlebih dahulu mengubah paradigma yang memotivasi mereka saat berkonflik," tutup Husain.